Gempa 5,9 Guncang Maluku, Warga Ambon Berhamburan Keluar dari Rumah dan Kantor

Baca Juga

MATA INDONESIA, AMBON – Kota Ambon diguncang gempa dengan magnitudo 5,9 yang membuat penduduk ibu kota Maluku itu keluar dari setiap bangunan. Dilaporkan sejumlah ruas jalan mengalami retak.

Menurut catatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) gempa itu tergolong gempa dangkal karena berpusat 10 kilometer di bawah tanah.

Gempa itu juga berada di laut 16 kilometer barat Wahai yang bisa dirasakan di Kota Ambon, Masohi, Saparua, Sawai dan Wahai sendiri.

Getaran gempa tersebut sangat bisa dirasakan masyarakat Ambon sehingga aparat sipil negara pemerintah kota itu beramai-ramai keluar ruangan.

Begitu kuatnya guncangan gempa tersebut, benda-benda yang digantung di langit-langit gedung atau rumah sangat jelas terlihat bergoyang.

BMKG mengimbau masyarakat tidak panik dan terpengaruh isu-isu seputar gempa yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Masyarakat diperintahkan untuk menjauhi bangunan yang retak akibat gempa tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini