Muhammad Ali Yakin Islam Bawa Kebahagiaan Bagi Semua Orang

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Cassius Clay Jr adalah petinju yang memutuskan memeluk agama Islam. Hingga kini, ia selalu dikenang dengan nama Muhammad Ali.

Perkenalan Cassius Clay dengan dunia Islam dimulai sejak September 1963. Ketika itu, dia sudah bergabung dengan organisasi yang memperjuangkan hak-hak Islam di Amerika Serikat.

Selain itu, ia juga sering hadir dalam rapat kelompok Muslim dan berpidato di sana. Siapa sangka tekad bulatnya menjadi seorang mualaf terjadi usai bertengkar dengan istrinya, Belinda (Khalilah Ali). Sebab, saat itu Belinda ingin tahu alasan Cassius memeluk Islam dalam sebuah esai.

Di atas kertas, Ali menulis sudah mendengar tentang organisasi Islam di Amerika sejak remaja. Organisasi itu dipimpin Elijah Muhammad. Tapi saat itu ia mengaku belum tertarik untuk bergabung.

Sampai di saat dia membaca koran untuk melihat kolom kartun di dalamnya. Kartun itu menggambarkan seorang kulit putih memukul budak kulit hitam.

Ali menganggap itu adalah sikap yang salah hingga dia tak mau lagi menggunakan nama Cassius Clay.

Kemudian, 7 Februari 1964, ayahnya mengatakan Ali sudah bergabung dengan Black Muslims. Sampai akhirnya dia mengumumkan sendiri dirinya adalah seorang Muslim usai mengalahkan Sonny Liston dalam pertandingan tinju. Dia menyatakan percaya kepada Allah SWT dengan damai.

Sejak itu Ali menegaskan dirinya bukan lagi seorang Kristen. Keputusannya memeluk agama Islam dianggapnya sebagai hal yang wajar.

Sebab, Ali yakin Islam adalah pembawa kebahagiaan bagi semua orang, Islam juga tidak membeda-bedakan warna kulit, etnis, dan ras. Hal yang selalu diperjuangkannya semasa hidup.(Annisaa Rahmah)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG Dikawal Para Ahli, Masa Depan Gizi Anak Makin Terjamin

Oleh: Alexander Royce*)Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjadi salah satu kebijakan strategispemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Di tengahberbagai tantangan pembangunan, mulai dari stunting, kesenjangan akses panganbergizi, hingga kebutuhan peningkatan kualitas generasi muda menuju Indonesia Emas 2045, kehadiran MBG menunjukkan komitmen negara untuk memastikan setiap anakIndonesia mendapatkan hak yang sama atas asupan gizi yang berkualitas. Pemerintahterus memperkuat tata kelola dan pengawasannya dengan melibatkan para ahli gizi, tenaga kesehatan, akademisi, hingga berbagai pemangku kepentingan agar manfaatnya semakin optimal dan tepat sasaran.Dukungan terhadap MBG juga datang dari kalangan akademisi dan praktisi gizi. Ahli Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) sekaligus Dewan Pengurus Pusat Himpunan Alumni IPB Departemen Gizi, Lesda Lybaws, menilai program MBG merupakan langkah yang efektif untuk memutus rantai stunting...
- Advertisement -

Baca berita yang ini