Chris Evans Isi Suara Buzz Lightyear

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOS ANGELES – Disney Pixar rilis trailer ‘Lightyear’. Chris Evans menjadi pengisi suara tokoh Buzz di film ini.

Chris, yang terkenal berkat perannya sebagai Captain America, dipercaya menjadi pengisi suara Buzz, karakter yang diambil dari film ‘Toy Story’.

Ada sedikit perbedaan antara ‘Lightyear’ dan ‘Toy Story’. Di ‘Lightyear’, Buzz bukan mainan berbentuk astronot yang suaranya dulu diisi oleh Tim Allen. Kali ini, Buzz digambarkan seorang astronot manusia dalam kehidupan nyata.

Di trailer, kita melihat Lightyear yang bersiap untuk misi luar angkasa yang berbahaya dan berani. Dia naik pesawat ulang-alik dengan kru kontrol darat cemas mengawasi saat meluncur ke kosmos yang tidak diketahui.

Lightyear mengeksplorasi planet asing, belajar tentang perjalanan ruang angkasa dari robot instruksional dan, akhirnya, menatap baju ruang angkasa hijau-putih ikoniknya di akhir trailer.

Tim Allen menjadi pengisi suara Buzz Lightyear dalam franchies ‘Toy Story’ di empat film, mulai dari 1995 hingga 2019.

Setelah pensiun sebagai Captain America di Marvel Cinematic Universe, Chris langsung terjun ke dunia animasi bersama Pixar. Selain itu, Chris juga akan reuni dengan sutradara ‘Avengers’, Joe dan Anthony Russo di film ‘Don’t Look Up’ dibintangi Leonardo DiCaprio dan Jennifer Lawrence yang akan tayang akhir tahun 2021.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini