Viral, Mau Bertemu Jokowi, Prabowo Dilarang Emak-Emak Pendukungnya

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Sebuah video berdurasi 58 detik menggambarkan Prabowo Subianto sangat berniat bertemu Presiden Jokowi, namun emak-emak pendukungnya menolak.

Di tayangan yang mulai viral di media sosial tersebut, Prabowo tampak sedang menenangkan massa emak-emak yang unjuk rasa di kediamannya Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru.

“Kalau Saya bertemu Bapak Jokowi itu berarti Saya terus berjuang untuk rakyat,” kata Prabowo yang videonya diunggah akun twitter @Elina_Vay, Sabtu 13 Juli 2019.

Saat Prabowo menyatakan ingin bertemu Jokowi, para emak-emak itu langsung berteriak, “Jangaaaannn.”

Prabowo yang wajahnya di video itu tampak tidak segar mengimbau para emak-emak untuk selalu berbuat baik.

Dia juga minta mereka untuk menghormati hukum dalam alam demokrasi ini yaitu dengan cara bertemu tokoh-tokoh dan Jokowi agar tercipta rekonsiliasi.

Mantan Pangkostrad tersebut juga meminta agar pendukungnya tidak lagi berunjuk rasa di kediamannya. Dia juga berjanji akan mengundang seluruh relawan dan partai politik pendukung saat pilpres dalam waktu dekat ini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini