Protokol Kesehatan Buat Covid-19 Indonesia Terkendali

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Salah satu penyebab terkendalinya pandemi Covid-19 Indonesia sekarang adalah meningkatnya kebiasaan menyuci tangan dengan sabun di masyarakat dan protokol kesehatan lainnya.

Menurut survei Badan Pusat Statistik (BPS) periode 13 Juli – 20 Juli 2021 menunjukkan bahwa hampir 75 persen masyarakat sudah terbiasa menyuci tangan dengan sabun.

Itu berarti delapan dari 10 orang Indonesia membersihkan tangannya sekitar delapan sampai dengan 10 kali dalam sehari.

“Terbukti cuci tangan pakai sabun terkesan remeh, tapi ternyata sangat penting dan kontribusinya signifikan mengantar kita ke situasi yang kondusif ini,” ujar Reisa, Jumat 15 Oktober 2021.

Selain itu, perubahan perilaku lainnya seperti memakai masker satu atau dua lapis, menjaga jarak minimum dua meter dan menghindari kerumunan terutama pada masyarakat Jawa-Bali sudah di atas 60 persen sampai dengan 90 persen.

Ditambah lagi dengan cakupan vaksinasi yang terus meluas, membuat kasus harian, kasus aktif, angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia membaik dan menjadi sangat kecil sekarang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sidak Ramadan sebagai Instrumen Stabilitas Pasar

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Setiap memasuki bulan suci Ramadan dan menjelang Idulfitri, pemerintahmemastikan stabilitas harga dan ketersediaan pangan nasional tetap terjaga melaluilangkah pengawasan yang aktif dan terukur. Peningkatan aktivitas konsumsimasyarakat dipandang sebagai momentum positif yang mencerminkan perputaranekonomi yang dinamis. Dalam kerangka tersebut, inspeksi mendadak (sidak) menjadi instrumen strategis untuk memperkuat tata kelola pangan, memastikandistribusi berjalan lancar, serta menjaga keterjangkauan harga bahan pokok. Kehadiran langsung pemerintah di lapangan menegaskan komitmen kuat dalammelindungi kepentingan masyarakat, memperkuat transparansi rantai pasok, sertamembangun kepercayaan publik terhadap sistem pangan nasional yang tangguhdan responsif. Langkah tersebut terlihat nyata ketika Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Sarwo Edhy, turun langsung melakukan pemantauan di Pasar Jonggol, yang selama ini dikenal sebagai pasar penyangga bagi wilayah Bogor, Bekasi, hingga Jakarta. Kehadiran pejabat tinggi di titik distribusi akhir menunjukkan bahwapemerintah mengedepankan pengawasan berbasis kondisi riil lapangan. SarwoEdhy menegaskan bahwa selama Ramadan pemerintah tidak boleh lengah dan harus memastikan harga tetap terkendali serta distribusi berjalan lancar. Jika ditemukan ketidaksesuaian, langkah pembenahan akan segera dilakukan di lokasi. Hasil pemantauan memperlihatkan mayoritas komoditas pangan strategis beradadalam kondisi relatif stabil. Harga beras medium lokal berada di kisaran Rp13.000 per kilogram dan beras premium Rp14.500 per...
- Advertisement -

Baca berita yang ini