Viral! Pria Ngamuk-ngamuk ke Nakes di Rumah Sakit, Diduga Terlantarkan Pasien

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Jagat maya sempat dihebohkan oleh seorang tenaga kesehatan atau nakes yang dimaki-maki oleh keluarga pasien. Kini, kejadian tersebut kembali terjadi.

Sebuah video amatir memperlihatkan kericuhan antara keluarga pasien dengan tenaga kesehatan di Rumah Sakit Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Balige, Kabupaten Toba, Sumatera Utara (Sumut).

Rekaman itu pun viral di sosial media setelah diunggah ke akun IG, @sumut.viral.

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Sumut Viral (@sumut.viral)

 

Dalam video tersebut, terlihat sejumlah orang yang mengaku sebagai keluarga pasien awalnya mengamuk dan menuduh nakes tersebut tidak memberi perawatan ke keluarga mereka yang sedang sakit.

Tak hanya adu mulut, pria yang mengaku pihak keluarga pasien itu juga merusak fasilitas rumah sakit. Sekelompok pria itu bahkan menganiaya seorang nakes yang sedang bertugas dan berakhir ricuh. 

Sementara itu, pihak RS HKBP Balige melalui Pelaksana Tugas (PLT) Direktur Utama, Benny Sinaga, mengatakan bahwa pihak rumah sakit sudah melakukan perawatan kepada pasien yang mengalami kecelakaan tersebut. Namun, keluarga pasien tidak sabar dengan perawatan yang diberikan.

Kejadian ini pun berhasil mengundang beragam reaksi warganet. Ada yang merasa aksi pria tersebut berlebihan, namun ada pula yang ikut menyalahkan nakes tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini