Rajin Donasi, Jimin ‘BTS’ Resmi Jadi Anggota ‘Green Noble Club’

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Jimin BTS baru saja dikabarkan resmi masuk sebagai anggota Green Noble Club atau bertepatan dengan hari ulang tahunnya hari ini, Rabu 13 Oktober. Hal ini karena Jimin rajin berdonasi.

Melansir dari Star Today, Green Noble Club merupakan kelompok donatur utama dari Green Umbrella Children’s Foundation dan terdiri dari donatur yang mendonasikan 100 juta won atau lebih. Para sponsor juga berjanji untuk berdonasi dalam waktu 5 tahun.

Tepat pada hari ulang tahunnya yang ke-27, Park Jimin telah berdonasi lebih dari 100 juta won pada Green Umbrellaa Children Foundation. Donasi ini bertujuan untuk membantu anak-anak yang membutuhkan.

Jimin meminta pada pihak yayasan untuk tidak mempublikasikan jumlah pasti dari donasinya. Sebelumnya, ia juga telah menyumbang ke Kantor Pendidikan Busan, ke Rotary International Club Distrik 3590, dan ke yayasan pemberantasan polio.

Artis-artis Korea Selatan yang telah terdaftar sebagai anggota Green Noble Club, yakni Song Ilguk (2017), Changmin TVXQ (2018), J-Hope BTS (2019), Kim Yoojung (2020). Untuk anggota baru ada Jimin BTS, Chungha, Kim Soyeon, Lee Sangwoo, BJ Yangpang, dan YouTuber Heopop.

Jimin memberikan donasi ini sebagai bentuk memperingati hari ulang tahunnya. Banyak penggemar yang juga ikut merayakan hari ulang tahun dari salah satu member BTS ini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini