Peneliti: Dunia Bisa Belajar dari Kejeniusan Presiden Jokowi Pimpin Indonesia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Negara-negara di dunia dapat belajar banyak dari kejeniusan Presiden Jokowi melalui model good governance -nya.

Pengakuan itu diungkapkan seorang peneliti Asia Research Instute of the National University of Singapore, Kishore Mahbubani di project-syndicate.org di bawah judul “The Genius of Jokowi.”

Seperti dikutip Kamis 7 Oktober 2021, Kishore mengungkapkan Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang paling sulit dikelola secara administratif.

“Luar biasanya, Jokowi berhasil melakukannya,” ujar Kishore.

Kejeniusan Jokowi, menurut Kishore bahkan tidak bisa ditiru atau dilakukan Joe Biden sejak terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat hingga kini.

Biden tidak mampu menyembuhkan keretakan politik yang dihasilkan selama proses pemilihan presiden sehingga 78 persen Republikan tetap tidak percaya kepada Biden.

Sementara Jokowi mampu melakukannya sehingga Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno bahkan bergabung dalam kabinetnya.

Hal lain yang menjadi kejeniusan Jokowi menurut Kishore adalah kemampuannya membalik keadaan Indonesia dari mengkhawatirkan pada 1998 sehingga para pakar memprediksi akan terpecah seperti Yugoslavia, menjadi negara dengan standar good governance yang membuat iri negara-negara lain.

Kejeniusan Jokowi pula lah, menurut Kishore, yang menghindarkan terbentuknya partai-partai paling “Islamis” yang eksklusif sehingga sebagian mereka sekarang menjadi inklusif dengan berpegang kepada Pancasila yang menekankan persatuan dalam keragaman.

Jokowi pula yang berhasil membuat tingkat kemiskinan di Indonesia semakin kecil sekarang ini. Hal itu ditandai angka Gini Ratio negara kita yang terus membaik.

Sebelum Jokowi memerintah Gini Ratio Indonesia sekitar 0,40 -an, sekarang berada di angka 0,38.

Mantan pengusaha mebel tersebut dipuji Kishore telah mengelola utang Indonesia dengan sangat hati-hati yaitu sekitar 40 persen PDB, jauh lebih rendah dari utang negara-negara di dunia.

Dia juga berkomitmen kuat membangun infrastruktur, dari Aceh di barat hingga Papua di timur Indonesia.

Bahkan di kala dunia dihantam pandemi Covid-19, Kishore menyatakan Jokowi telah menunjukkan kejeniusannya dengan mengamankan lebih dari 175 juta dosis vaksin dari berbagai merek untuk menyelamatkan bangsanya.

Kishore juga tidak heran jika Jokowi mendapat banyak penghargaan internasional, maka dunia harus belajar dari kejeniusan Jokowi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

PKL Teras Malioboro 2: Suara Ketidakadilan di Tengah Penataan Kawasan

Mata Indonesia, Yogyakarta – Sejak relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) dari Malioboro ke Teras Malioboro 2, berbagai persoalan serius mencuat ke permukaan. Kebijakan relokasi yang bertujuan memperindah Malioboro sebagai warisan budaya UNESCO justru meninggalkan jejak keresahan di kalangan pedagang. Lokasi baru yang dinilai kurang layak, fasilitas yang bermasalah, dan pendapatan yang merosot tajam menjadi potret suram perjuangan PKL di tengah upaya mempertahankan hidup.
- Advertisement -

Baca berita yang ini