Sosok Sabam Sirait di Mata Gubernur Anies Baswedan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang Sabam Sirait yang meninggal dunia di usia 84 tahun.

Sabam meninggal dunia di Rumah Sakit Siloam, Karawaci, sekitar pukul 22.37 WIB, Rabu 29 September 2021. Beliau meninggalkan istri, empat anak, dan delapan cucu.

Hari ini Anies melayat ke rumah duka yang sampai akhir hayatnya menjabat anggota DPD RI.

“Setiap kali jumpa beliau selalu cerita tentang pertemanannya yang lintas generasi, ‘Anies, saya ini teman kakekmu'” tulis Anies, di akun Instagram pribadinya.

“Saat kami masih mahasiswa, jika beliau ke Yogya kita berdiskusi amat panjang. Dan saat sudah pindah ke Jakarta, setiap ngobrol pasti terasa semangat juang yang amat tinggi,” katanya.

“Pak Sabam ini memiliki semangat juang yang luar biasa. Selalu aktif sejak muda hingga menjelang akhir hayatnya. Selamat jalan dan beristirahat dalam damai, Pak Sabam Sirait,” ucapnya.

Berikut karier Sabam di dunia politik

  • Sekjen Partai Kristen Indonesia (Parkindo): periode 1967-1973
  • Penandatangan Deklarasi Pembentukan Partai Demokrasi Indonesia (PDI), tanggal 10 Januari 1973
  • Sekretaris Jenderal PDI tiga periode: periode 1973-1976; 1976-1981; dan 1981-1986
  • Pendiri Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan), September 1998.
  • Anggota DPR Gotong Royong (DPR-GR) periode 1967-1973
  • Anggota DPR RI periode 1973-1982
  • Anggota Dewan Pertimbangan Agung Republik Indonesia (DPA-RI) periode 1983-1992.
  • Anggota DPR RI periode 1992-2004
  • Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), periode 2019-akhir hayat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini