Pelaku Penghina Brimob yang Gugur di Papua Mengaku Tak Tahu Kalau Komentarnya Salah

Baca Juga

MATA INDONESIA, PIDIE JAYA – HM, pembuat komentar menghina personel Brimob Bharatu (Anm) Muhammad Kurniadi Sutio yang gugur saat terjadi kontak senjata dengan KST Papua sudah ditangkap oleh pihak kepolisian dari Polres Pidie Jaya, Aceh.

Menurut penjelasan Kasat Reskrim Polres Pidie Jaya Iptu Dedy Miswar, saat diperiksa pengaku malah membuat pernyataan yang aneh.

“Dia ngaku nggak tahu yang dia komen itu salah. Setelah dia sadar, langsung dihapus. Kalau pengakuan dia, postingan itu paling ada sekitar 5 menit,” ujarnya, Selasa 28 September 2021.

Dedy mengungkapkan bahwa pelaku ditangkap siang tadi di wilayah Pidie Jaya. “Dia sekarang sudah dibawa ke Polres,” katanya.

Saat ini, HM sedang dalam proses pemeriksaan oleh aparat kepolisian. Ia bakal dijerat dengan UU ITE.

Sebagai informasi, HM ikut mengomentari sebuah unggahan tentang kematian Bharatu Kurniadi.

“Telah gugur, pahlawan muda putra Aceh yang bertugas di Papua,” demikian tulisan dalam unggahan itu.

Dalam kolom komentar, terlihat akun dengan inisial HM yang menuliskan komentar tak senonoh terhadap Bharatu Kurniadi. Akun tersebut menyinggung soal polisi yang masuk dengan cara menyogok.

Dia menulis komentar yang menyoal apakah uang hasil menyogok bisa dinyatakan husnul khatimah (meninggal dalam keadaan baik bagi seorang muslim). Tangkapan layar komentar HM tersebut kemudian viral.

Komentar HM lantas discreenshoot oleh salah satu akun Instagram dan menyertai narasi HM telah menghina seseorang yang sudah meninggal.

“Tidak pantas kamu menghina orang yang sudah meninggal, apalagi meninggal di medan tugas, mempertaruhkan nyawa demi bangsa dan negara Indonesia,” tulis pengunggah tangkapan layar itu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini