BLACKPINK akan Tampil di ‘Paris Fashion Week’

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sekarang sedang musim-musimnya fashion week show dari berbagai negara. Salah satunya ‘Paris Fashion Week’ yang akan berlangsung pada 27 September hingga 5 Oktober.

Kabarnya, BLACKPINK akan hadir dalam perhelatan peragaan busana ini. Mereka terkonfirmasi akan berangkat ke Paris pada 25 September.

Kali ini tema busana yang akan mereka pamerkan untuk perhelatan nanti adalah ‘Paris Fashion Week 2022 Spring/Summer’. Sementara itu, tiap member BLACKPINK jadi brand ambassador tiap brand ternama.

Jisoo mewakili brand Dior, Jennie mewakili brand Chanel, Lisa mewakili brand Celine, dan Rosé mewakili brand Saint Laurent. Tiap brand memiliki jadwal pamerannya.

Dior dan Saint Laurent terjadwal pada 28 September pukul 2.30 dan 20.00 waktu setempat. Lalu Celine terjadwal pada 5 Oktober pukul 10.30 dan disusul dengan acara dari Chanel.

Namun isunya, Jennie belum terkonfirmasi akan ikut pergi bersama member lainnya. Karena ada beberapa perubahan jadwalnya.

Wah, kira-kira mereka akan tampil juga gak yah di sana?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini