Gak Ngerti Lagi Deh! Instalasi Sepatu Compass Dirusak

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Salah satu instalasi milik brand sepatu lokal, Compass, menjadi korban vandalisme. Sedih banget lihatnya!

Brand buatan lokal ini sedang mengadakan kompetisi desain sepatu yang berkolaborasi dengan Xpresi. Sebelumnya, instalasi sepatu raksasa tersebut hanya untuk salah satu aktivitas pra perhelatan pada Festival Kolaborasi Jakarta.

Terdapat empat sepatu raksasa yang terpasang pada tiga lokasi sekitaran Jakarta Pusat. Salah satunya telah rusak dengan coretan-coretan grafiti.

Vandalisme yang terjadi pada instalasi sepatu raksasa Compass

Rencananya pameran sepatu raksasa milik Compass x Xpresi ini awalnya berlangsung selama 10 hari mulai dari 16 September. Namun, akhirnya hanya sampai 19 September aja nih gaes.

 

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

 

A post shared by Compass® (@sepatucompass)

Seorang digital creator, Aditya Wasa, membagikan kondisi terkini dari instalasi sepatu raksasa Compass tadi pagi yang begitu mengenaskan. Padahal instalasi ini untuk menyambut acara ‘Festival Kolaborasi Jakarta’ yang akan berlangsung pada Desember 2021.

Dalam caption akun Instagramnya, tertera bahwa instalasi sepatu raksasa ini merupakan inisiasi dari Compass sekaligus juga sebagai simbol harapan besar untuk mendukung industri kreatif Indonesia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini