Bentuk dari Deteksi Dini, Anggota BIN Nyusup ke Taliban agar Indonesia Aman

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Badan Intelijen Negara (BIN) turut mewaspadai pergerakan Taliban yang baru saja mengambil alih pemerintahan di Afghanistan. Salah satu bentuk deteksi dini dan cegah dini, BIN pun menyusupkan anggotanya ke dalam Taliban untuk melihat pola pergerakan kelompok tersebut agar efek negatifnya yang bisa saja memicu perang tak menjalar ke Indonesia.

“Kita menyusup ke seluruh kelompok-kelompok perlawanan, termasuk Taliban sendiri,” kata Deputi VII BIN Wawan Hari Purwanto, Rabu 1 September 2021.

Wawan menegaskan bahwa upaya ini dilakukan agar Indonesia bisa luput dari perpecahan yang berdampak pada gangguan stabilitas keamanan. Hal tersebut juga menjadi antisipasi lantaran tak sedikit warga Indonesia yang terpancing ketika melihat kondisi Timur Tengah yang kerap kali bergejolak. Itu terjadi karena merasa memiliki ikatan religi yang sama.

Ia juga menjelaskan bahwa upaya deteksi dini ini dilakukan untuk memastikan kelompok perlawanan itu tetap pada komitmennya menjaga perdamaian. Ia tak ingin kelompok-kelompok itu melakukan serangan teror yang nantinya bisa berdampak pada perpecahan dan peperangan.

“Supaya tidak sedikit-sedikit melepaskan emosi untuk meledakkan bom-bom, termasuk bom bunuh diri,” ujarnya.

Ia juga pernah mengungkapkan bahwa BIN bersama jajaran intelijen lainnya juga tengah melakukan deteksi dini terhadap jaringan teroris di Indonesia yang memiliki kedekatan ideologi dengan Taliban.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini