Diskon PPnBM 100 Persen Bakal Pikat Investasi Baru

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Dampak Pajak Penjualan atas Barang Mewah atau diskon PPnBM 100 Persen bisa memikat investasi baru di industri otomotif.

Keyakinan itu diungkapkan langsung oleh Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Yohannes Nangoi.

Menurutnya, aturan insentif pajak ini memberikan dampak yang sangat positif bagi penjualan mobil di Indonesia.

Dengan peningkatan permintaan konsumen terhadap kendaraan di tengah pandemi Covid-19 ini, Yohannes percaya bahwa hal ini bisa memikat investasi baru. Tak heran jika beberapa pihak meminta kebijakan diskon PPnBM 100 persen ini diperpanjang.

“Intinya penjualan itu sangat berpengaruh pada investasi. Kalau penjualannya besar, otomatis banyak pabrikan yang mungkin datang atau menambah investasi mereka,” katanya.

Sementara itu, Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto juga sempat mengatakan bahwa pihaknya berharap pemerintah mempertimbangkan kembali dalam mengakhiri kebijakan insentif PPnBM 100 persen ini.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita telah mengusulkan untuk memperpanjang aturan Pajak Penjualan atas Barang Mewah atau diskon PPnBM 100 Persen. Mengingat, kebijakan itu akan berakhir pada akhir Agustus 2021.

Agus pun mengaku sudah mengirimkan surat kepada Menteri Keuangan, Sri Mulyani untuk menindaklanjuti pertimbangan insentif pajak tersebut. Itu ia ungkapkan saat menjalani Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI pada Rabu, 25 Agustus 2021.

“Saya sudah menandatangani surat kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk mengusulkan perpanjangan program PPnBM DTP,” ujarnya.

Langkah ini diambil Menperin untuk terus membantu perkembangan industri otomotif tanah air. Pasalnya, sektor otomotif ini dianggap berperan sangat besar dalam pertumbuhan industri dalam negeri.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini