Wajib Tahu, Ini Efek Terlalu Banyak Minum Air

Baca Juga

Mengonsumsi air secara rutin sangat bermanfaat untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan bagi tubuh. Namun jika mengonsumsinya secara berlebihan bisa menimbulkan efek samping negatif. Efek samping yang bisa timbul yaitu bisa menyebabkan keracunan air karena jumlah natrium dan elektrolit dalam tubuh menjadi terlalu encer.

Kadar natrium yang rendah karena terlalu banyak cairan bisa berpotensi menyebabkan pembengkakan. Jika hal ini terus dibiarkan hingga ke sel-sel otak bisa berakibat fatal dan mengancam nyawa.

Mengutip dari Medical News Today, jika seseorang minum terlalu banyak air dan otak mulai membengkak maka tekanan di dalam tengkorak akan meningkat. Kondisi ini bisa berimplikasi pada gejala keracunan air seperti sakit kepala, mual dan muntah.

Hal ini patut diwaspadai karena kasus keracunan air bisa berlanjut kepada tahap yang lebih serius hingga mengakibatkan sakit yang parah seperti kram, kelemahan otot, tekanan darah meningkat, kebingungan hingga tidak mampu mengidentifikasi informasi sensorik. Maka, sebaiknya minum air juga harus dibatasi dalam jumlah yang sedang atau secukupnya.

Sementara The Institute of Medicine mengemukakan bahwa asupan air yang dianjurkan bagi orang dewasa yang sehat yaitu 9-13 gelas per hari. Namun, kebutuhan asupan air tiap individu berbeda sehingga tidak ada aturan pasti tentang jumlah asupan air per hari.

Bagi orang yang menetap di wilayah dengan cuaca panas serta ekstrem dan memiliki intensitas aktivitas yang tinggi tentu membutuhkan asupan air yang lebih banyak. Maka, untuk memastikan seseorang mendapatkan hidrasi yang baik, warna urin bisa dijadikan indikator penilaian.

Jika urin berwarna kuning pucat menandakan bahwa tingkat hidrasi baik, sementara urin yang berwarna gelap menandakan tubuh membutuhkan banyak cairan. Terakhir, apabila urin tidak berwarna berarti seseorang mengalami dehidrasi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Mendukung Instensifikasi Respons Dini Menekan Dampak PHK terhadap Masyarakat

*) Oleh : Prinsa AlisaDinamika perekonomian global yang masih diwarnai ketidakpastian memberikantantangan tersendiri bagi dunia usaha dan sektor ketenagakerjaan di Indonesia. Dalam situasi tersebut, pemerintah terus menunjukkan komitmennya untuk melindungimasyarakat melalui berbagai langkah strategis guna mengantisipasi dan meminimalkan dampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Upaya intensifikasirespons dini yang dilakukan pemerintah patut mendapatkan dukungan dari seluruhelemen masyarakat karena menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonominasional sekaligus melindungi kesejahteraan para pekerja dan keluarganya.Langkah respons dini yang diperkuat pemerintah menunjukkan adanya kesadaranbahwa potensi PHK harus diantisipasi sebelum berkembang menjadi permasalahansosial dan ekonomi yang lebih besar. Melalui pemantauan kondisi industri secaraberkelanjutan, penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, sertakomunikasi yang lebih intensif dengan pelaku usaha, pemerintah berupayamendeteksi berbagai potensi risiko sejak awal. Pendekatan ini menjadi penting karenapenanganan yang cepat dan tepat dapat mengurangi dampak yang dirasakan oleh pekerja maupun sektor usaha.Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Dirjen PHI dan Jamsos) Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (KemnakerRI), Indah Anggoro Putri menjelaskan pemerintah terus mendorong berbagaikebijakan yang bertujuan menjaga keberlangsungan dunia usaha agar tetap mampumempertahankan tenaga kerjanya. Berbagai insentif, kemudahan berusaha, hinggaupaya menjaga iklim investasi terus dilakukan untuk menciptakan ruang tumbuh bagisektor industri. Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokuspada penanganan dampak setelah PHK terjadi, tetapi juga berupaya mencegahterjadinya PHK melalui penguatan daya tahan ekonomi dan dunia usaha.Selain itu, pengembangan program peningkatan keterampilan dan pelatihan kerjamenjadi salah satu bentuk nyata respons pemerintah dalam menghadapi perubahankebutuhan pasar tenaga kerja. Transformasi ekonomi dan perkembangan teknologimenuntut tenaga kerja memiliki kompetensi yang semakin adaptif. Melalui berbagaiprogram pelatihan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemerintahberupaya memastikan bahwa pekerja Indonesia tetap memiliki daya saing dan peluang kerja yang luas di tengah perubahan ekonomi yang berlangsung cepat.Dukungan terhadap respons dini pemerintah juga penting karena dampak PHK tidakhanya dirasakan oleh individu yang kehilangan pekerjaan, tetapi juga memengaruhikondisi ekonomi keluarga dan masyarakat sekitar. Ketika lapangan kerja dapatdipertahankan dan risiko PHK dapat ditekan, daya beli masyarakat akan tetap terjaga. Stabilitas konsumsi rumah tangga pada akhirnya akan mendukung pertumbuhanekonomi nasional yang lebih kuat dan berkelanjutan. Oleh karena itu, keberhasilanlangkah pemerintah dalam melakukan mitigasi risiko ketenagakerjaan akanmemberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.Pakar demografi dan ketenagakerjaan terkemuka dari Universitas Gadjah Mada(UGM), Tadjuddin Noer Effendi menjelaskan di tingkat daerah, penguatan respons dinidapat membantu pemerintah daerah dan pelaku usaha mengambil langkah antisipatifyang lebih efektif. Informasi yang diperoleh lebih cepat memungkinkan berbagai pihakmenyiapkan solusi sebelum terjadi gejolak ketenagakerjaan yang lebih besar. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memastikan setiap kebijakan dapat berjalansecara optimal dan tepat sasaran.Dukungan terhadap langkah pemerintah juga perlu diwujudkan melalui partisipasi aktifberbagai pemangku kepentingan....
- Advertisement -

Baca berita yang ini