Catat Gaes! Ini Deretan Tempat Wisata yang Wajib Dikunjungi Sebelum Usia 40 Tahun

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pernahkah kamu terpikirkan melakukan hal-hal menarik sebelum merasa tua? Jika tidak, maka kamu perlu mengibah pikiranmu.

Tak ada salahnya untuk menuliskan daftar hal-hal yang inginkan kamu lakukan sebelum usiamu memasuki kepala empat. Salah satunya dengan liburan.

Nah, membahas soal liburan, ada beberapa destinasi tempat wisata di dunia yang wajib banget kamu kunjungi lho! Apalagi jika kamu berkeinginan untuk menikmatinya sebelum memasuki usia 40 tahun.

Penasaran seperti apa tempatnya? Yuk simak!

  1. Taj Mahal

Pertama ialah Taj Mahal. Destinasi satu ini cocok kamu kunjungi sebelum usia 40 tahun, lho!

Taj Mahal adalah sebuah monumen yang terletak di Agra, India. Dibangun atas keinginan Kaisar Mughal Shāh Jahān.

Tak hanya itu, Taj Mahal juga memiliki kisah romantis dibaliknya. Pasalnya, tempat itu dibangun atas nama cinta, Raja Shah Jahan atau Sultan Jehan kepada istri ketiganya, Mumtaz Mahal. Diketahui, Mumtaz Mahal meninggal dunia ketika melahirkan anak ke-14.

2. The Grand Canyon

Siapa yang tak tahu tempat mempesona, The Grand Canyon. Tempat ini juga wajib masuk ke daftar list lokasi wisata yang wajib dikunjungi sebelum usia 40 tahun.

Grand Canyon merupakan ngarai indah yang berada di Arizona, Amerika. Ngarai tersebut dinobatkan sebagai situs warisan dunai oleh UNESCO.

Pemandangan yang indah dengan liukan sungai Colorado dan berada di bagian utara Arizona Utara, Amerika Serikat menjadikannya taman nasional yang banyak diburu turis, lho!

3. Pegunungan Himalaya

Meski terasa ekstrem, tak ada salahnya jika kamu ingin mencoba mendaki gunung Himalaya. Hal itu bisa menjadi bucket list kamu sebelum usia 40 tahun.

Himalaya merupakan salah satu puncak dari Gunung Everest yang populer dan mempesona di dunia. Keindahan alamnya mampu membius siapapun wisatawan yang datang ke sana.

Tidak hanya keindahannya yang dikelilingi dengan gunung-gunung tinggi, adapula beragam daerah misterius yang berasal dari sana.

4. Great Barrier Reef

Mau melihat terumbu karang yang menawan? Yuk coba ke Great Barrier Reef.

Great Barrier Reef terletak di lepas pantai Queensland, Australia. Dengan hampir 3.000 terumbu (reef) individu, 900 pulau, dan membentang sepanjang 2.600 km, Great Barrier Reef merupakan hamparan terumbu karang terbesar di dunia.

Jika kamu penasaran dnegan lokasi wisata tersebut, kamu bisa memasukannya ke daftar tempat untuk kamu kunjungi sebelum usia 40 tahun ya!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Desa Merah Putih Berpotensi Menjadi Pusat Energi Bersih Nasional

Oleh: Citra Kurnia Khudori)*Transisi menuju energi bersih menjadi salah satu agenda strategis yang tengahdihadapi banyak negara, termasuk Indonesia. Di tengah meningkatnya kebutuhanenergi dan tuntutan pengurangan emisi karbon, diperlukan pendekatan yang tidakhanya berorientasi pada teknologi, tetapi juga melibatkan partisipasi masyarakatsecara luas.Dalam hal ini, desa memiliki posisi yang semakin penting. Selain menjadi pusataktivitas ekonomi berbasis sumber daya alam, desa juga menyimpan potensi besaruntuk mengembangkan energi terbarukan yang dapat mendukung kemandirianenergi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.Anggota Komisi XII DPR RI Rokhmat Ardiyan menilai bahwa Koperasi Desa Merah Putih memiliki peluang besar untuk menjadi penggerak pengembangan energi bersihdi tingkat lokal. Menurutnya, koperasi dapat berperan tidak hanya sebagai lembagaekonomi masyarakat, tetapi juga sebagai institusi yang mengelola potensi energiterbarukan di wilayah pedesaan. Ia menjelaskan bahwa banyak desa memilikisumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi bersih, mulai daritenaga surya, biomassa, hingga potensi energi lainnya yang selama ini belumdikelola secara optimal. Dengan kelembagaan koperasi yang kuat, pemanfaatansumber daya tersebut dapat dilakukan secara lebih terorganisasi dan berkelanjutan.Di samping itu, model koperasi memungkinkan masyarakat menjadi pelaku utamadalam proses produksi energi. Dengan demikian, manfaat ekonomi yang dihasilkantidak hanya dinikmati oleh investor atau perusahaan besar, tetapi juga langsungdirasakan oleh warga desa. Selain memberikan manfaat ekonomi, pengembanganenergi bersih berbasis koperasi juga dapat membantu mengurangi ketergantunganterhadap energi fosil. Ketika desa mampu memenuhi sebagian kebutuhan energinyasecara mandiri, ketahanan energi nasional akan semakin kuat.Potensi tersebut semakin relevan mengingat Indonesia memiliki ribuan desa yang tersebar di berbagai wilayah dengan karakteristik sumber daya yang berbeda-beda. Jika potensi ini mampu dimobilisasi secara sistematis, dampaknya terhadappembangunan nasional akan sangat signifikan. Pengamat sosial dan pemerhati isuglobal, Paulus Lubis menilai bahwa transformasi Koperasi Desa Merah Putih dapatmenjadi instrumen penting dalam memperkuat kedaulatan energi Indonesia. Menurutnya, pengembangan energi berbasis masyarakat akan menciptakan sistemyang lebih tangguh dan tidak terlalu bergantung pada pasokan energi terpusat.Ia memandang bahwa konsep kedaulatan energi tidak hanya berbicara tentangketersediaan pasokan, tetapi juga mengenai kemampuan masyarakat untukmengelola sumber energinya sendiri. Dalam kerangka tersebut, koperasi menjadiwadah yang tepat untuk mengonsolidasikan partisipasi warga sekaligus memastikanmanfaat ekonomi dapat dinikmati secara merata. Menurut Paulus, keberhasilantransisi energi sangat bergantung pada kemampuan pemerintah membangunekosistem yang mendukung partisipasi masyarakat. Dukungan regulasi, aksespembiayaan, dan pendampingan teknis menjadi faktor penting agar koperasi mampumenjalankan peran tersebut secara optimal.Ia juga menekankan bahwa energi bersih dapat menjadi sumber pertumbuhanekonomi baru bagi desa. Selain memenuhi kebutuhan listrik lokal, energi terbarukanberpotensi menciptakan lapangan kerja dan mendorong lahirnya berbagai aktivitasekonomi produktif. Meski demikian, pengembangan energi bersih berbasis koperasimemerlukan dukungan nyata dari berbagai pihak. Dalam konteks itulah peranpemerintah menjadi sangat penting sebagai fasilitator sekaligus akseleratortransformasi energi di tingkat desa. Kebijakan yang tepat akan membantumempercepat proses adopsi energi terbarukan oleh masyarakat.Kementerian Koperasi telah memberikan contoh konkret melalui kerja sama denganpihak swasta untuk membangun pembangkit listrik tenaga surya bagi Koperasi Desa...
- Advertisement -

Baca berita yang ini