Messi Resmi Gabung PSG, Dikontrak Dua Tahun dengan Gaji Rp 590 Miliar Permusim

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Akhirnya mantan pemain Barcelona Lionel Messi sepakat dan resmi bergabung dengan klub kaya Paris Saint-Germain (PSG). La Pulga diikat kontrak hingga 2024 dan akan mendapat gaji Rp590 miliar per musim.

Seorang ahli transfer pemain asal Italia, Fabrizio Romano dalam cuitan Twitter-nya mengatakan, PSG mengikat Messi dengan kontrak dua tahun. Kapten timnas Argentina itu juga akan mendapat gaji sekitar 35 juta euro per musim atau hampir Rp 590 miliar belum termasuk bonus.

“Kesepakatan rampung pada kontrak berdurasi dua musim. Opsi diperpanjang sampai Juni 2024. Lionel Messi sudah menerima proposal kontrak Paris Saint-Germain dan telah terbang ke Paris untuk merampungkan kepindahannya,” cuitnya di Twitter.

Messi terbang ke Paris bersama istri dan ketiga anaknya. Ayah Messi, Jorge Messi telah tiba lebih dulu di Paris. Ia mengatakan bahwa Messi akan bermain untuk PSG.

“Ya, Leo akan menandatangani kontrak dengan Paris Saint-Germain hari ini,” katanya kepada La Sexta.

Di PSG, Messi akan mengenakan nomor punggung 30. Neymar sendiri sejatinya sudah menawarkan nomor punggung 10 miliknya kepada Messi, namun Messi menolaknya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini