Hanya 10 Daerah yang Berhasil Turunkan Mobilitas Warganya Selama PPKM, Termasuk Jakarta?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sepuluh kabupaten/kota dinilai berhasil menurunkan mobilitas warganya selama pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) sehingga enurunkan penularan Covid-19. Mereka patut menjadi teladan.

Kesepuluh daerah itu adalah Kota dan Kabupaten Blitar, Kota dan Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Bondowoso, Kota Salatiga, Kabupaten Bantul, Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, dan Purworejo.

“PPKM yang dimulai tanggal 26 Juni hingga 2 Agustus 2021 telah berkontribusi terhadap menurunnya angka konfirmasi kasus harian, jumlah kasus aktif, meningkatnya kesembuhan dan bertambahnya jumlah tempat tidur rumah sakit yang kosong,” ujar Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, Reisa Broto Asmoro, Rabu 4 Agustus 2021.

Menurut Reisa kesepuluh daerah tersebut patut menjadi teladan perihal kekompakan mengatasi Covid-19.

Apalagi, varian Delta yang sudah mendominasi Indonesia dan dunia lebih cepat penularannya dibandingkan varian terdahulu.

Jika varian lama menginfeksi satu orang hanya bisa menulari dua orang lainnya, mereka yang terinfeksi varian Delta bisa menulari 6-8 orang sekaligus.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini