Dave Bautista Tak Main Lagi di Film Marvel

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kabar tak sedap datang untuk penonton Marvel Cinematic Universe. Aktor Hollywood, Dave Bautista dikabarkan tak main lagi di film MCU.

Dilansir Just Jared, pemeran Drax di film Guardian of the Galaxy ini menegaskan sekuel ketiga film itu akan menjadi momen terakhirnya di MCU.

“Itu akan menjadi akhir dari perjalanan Drax saya,” kata Dave.

Aktor 52 tahun itu mengakui bahwa dia tidak yakin dengab masa depan untuk sisa Guardians of the Galaxy. Ia juya mengungkapkan waktunya sebagai Drax the Destroyer hampir berakhir.

Meski begitu, Dave mengaku ini adalah keputusan yang berat untuknya. Ia tak memungkiri bahwa kariernya melejit ketika memerankan Drax the Destroyer di Guardian of the Galaxy.

“Perjalanan yang sangat melelahkan dengan para pemain ini dan Guardians dan seluruh Marvel Universe. Saya merasa itu benar-benar meluncurkan karir saya. Dan saya mengakhiri bagian dari perjalanan saya itu, jadi ini adalah hal yang sangat pahit,” ucapnya.

Dave Bautista pertama kali muncul di film Guardian of the Galaxy pada tahun 2014. Ia berperan sebagai Drax the Destroyer  dan berkawan dengan Star Lord dan Gamora.

Buat kamu yang tak sabar, Guardian of the Galaxy 3 baru akan selesai proses syuting pada April 2022.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini