Goo Hye Sun Berusaha Hapus Jejak Perceraian, Ahn Jae Hyun Posting Foto ‘Sakit Kepala’

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Aktris Goo Hye Sun diduga berusaha menghapus semua jejak perceraiannya dengan mantan suaminya, Ahn Jae Hyun. Keduanya resmi bercerai pada Juli 2021.

Dilansir dari AllKpop pada Kamis 29 juli 2021, halaman informasi mengenai kontroversi perceraian Goo Hye Sun dan Ahn Jae Hyun semuanya telah diubah menjadi pribadi di situs Wiki paling populer di Korea, Namu Wiki. Orang di balik perubahan ini adalah Goo Hye Sun.

Perempuan berusia 36 tahun itu diketahui telah melaporkan halaman yang berkaitan dengan perceraiannya dengan Ahn Jae Hyun sebagai pelanggaran privasi dan penyebaran informasi palsu. Dia telah meminta agar informasi tersebut dihapus.

Halaman terkait dirinya itu kini diubah menjadi pribadi sebagai penangguhan sementara. Fitur ini disediakan di Namu Wiki untuk mencegah publikasi artikel yang mengandung pencemaran nama baik atau pengungkapan informasi pribadi.

Diketahui, Namu Wiki adalah situs wiki online yang mirip dengan Wikipedia yang beroperasi dengan cara yang memungkinkan pengguna untuk membuat dan mengedit halaman informasinya sendiri. Ini bukan pertama kalinya orang atau selebriti terkenal meminta Namu Wiki untuk mengubah atau menghapus halaman informasi.

Sementara itu, aktor Ahn Jae Hyun mengunggah dua foto di Instagram-nya tanpa keterangan apa pun kecuali emotikon kamera pada Rabu 28 Juli 2021. Aktor tersebut memposting foto saat dia menempelkan jarinya ke matanya seolah-olah dia sakit kepala, diikuti oleh foto lain di mana dia berbaring di lantai dan mengambil foto dengan kamera.

Fans dan netizen memperhatikan sosok ramping modelesque-nya saat ia memancarkan visual tampan yang sangat mereka cintai.

Setelah melihat fotonya, para penggemarnya berkomentar, “Semoga kamu tidak sakit,” “Apakah kamu baik-baik saja?” “Apakah kepalamu sakit?” “Kamu masih sangat tampan dengan mata tertutup,” “Dia sangat tampan,” dan “Mengapa kamu terlihat seperti sakit kepala?”

 

Baru-baru ini, Ahn Jae Hyun mendapatkan perhatian saat ia kembali dengan serial TVING ‘Spring Camp’ dalam waktu sekitar dua tahun sejak perceraiannya dengan mantan istrinya Goo Hye Sun.

Goo Hye Sun dan Ahn Jae Hyun berteman melalui drama KBS2 ‘Blood’ dan menikah pada 2016. Setelah itu, keduanya melanjutkan pernikahan hingga mulai saling mengekspos melalui media sosial pada 2019. Kemudian, keduanya bercerai pada tahun berikutnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Evaluasi Berkala Koperasi Desa Jadi Kunci Keberlanjutan Program Pemberdayaan Ekonomi

Oleh: Firly Tsaqila )*Komitmen pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi desa terusdiwujudkan melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan MerahPutih sebagai instrumen strategis pemberdayaan masyarakat. Koperasi Desa dirancang bukan sekadar menjadi wadah aktivitasekonomi lokal, melainkan sebagai infrastruktur ekonomi nasional yang mampu memperluas akses masyarakat desa terhadap layanan usaha, distribusi kebutuhan pokok, pembiayaan produktif, hingga penguatankesejahteraan berbasis komunitas. Sehingga evaluasi berkala menjadi elemen penting agar implementasiprogram berjalan tepat sasaran, adaptif terhadap tantangan lapangan, dan mampu memberikan manfaat berkelanjutan.Langkah cepat Kementerian Koperasi dalam merespons berbagaimasukan masyarakat menunjukkan keseriusan pemerintah menjagakualitas pelaksanaan program ini. Berbagai sorotan yang muncul di ruangpublik dipandang sebagai bentuk partisipasi konstruktif yang justrumemperkuat proses pembenahan. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menilai perhatian masyarakatterhadap kondisi dan kesiapan Kopdes Merah Putih merupakan bagiandari pengawasan publik yang sangat dibutuhkan untuk memastikanprogram berkembang sesuai tujuan awal.Menurut Ferry, setiap laporan, masukan, dan perhatian masyarakatmenjadi bahan evaluasi yang sangat berharga bagi kementerian untukmelakukan koreksi secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa pemerintahmemandang keterlibatan publik sebagai bagian dari mekanismepengawasan yang memperkuat akuntabilitas tata kelola. Denganketerbukaan terhadap kritik, pemerintah menunjukkan pendekatan adaptifdalam memastikan program ini terus mengalami penyempurnaan.Pendekatan evaluatif ini penting karena skala program Kopdes MerahPutih sangat luas dan menyentuh langsung berbagai aspek kehidupanekonomi desa. Pemerintah tidak menempatkan evaluasi sebagai responsatas persoalan semata, melainkan sebagai instrumen manajemen modern yang memungkinkan setiap kelemahan terdeteksi lebih awal untuk segeradiperbaiki. Dengan demikian, proses pembenahan dapat dilakukan secarasistematis tanpa mengganggu tujuan besar pembangunan ekonomi desa.Ferry juga menekankan bahwa pemerintah akan terus menyelaraskankoordinasi lintas lembaga agar evaluasi yang dilakukan menghasilkanlangkah perbaikan konkret. Kolaborasi antara kementerian, pengelola koperasi, dan masyarakat diyakini menjadi kunci agar setiap temuanlapangan dapat segera ditindaklanjuti secara efektif. Pendekatan inimencerminkan keseriusan pemerintah membangun tata kelola koperasiyang terbuka dan responsif.Di sisi lain, penguatan evaluasi juga tampak dari keterlibatan berbagaiinstitusi pendukung. Badan Pengawas Obat dan Makanan melalui Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mempertegas peran pengawasan distribusi obat danpangan dalam ekosistem Kopdes Merah Putih. Kehadiran BPOM memperlihatkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada aspekkelembagaan koperasi, tetapi juga memastikan kualitas layanan dankeamanan produk yang sampai kepada masyarakat desa.BPOM menyiapkan sistem pengawasan yang menjangkau hingga level desa, termasuk melalui pelibatan puluhan ribu kader terlatih. Langkah inimenjadi bukti bahwa evaluasi program dilakukan secara terintegrasidengan penguatan kapasitas pengawasan di lapangan. Pemerintahmemahami bahwa keberlanjutan koperasi tidak dapat dilepaskan dariterjaminnya standar mutu, keamanan, dan keandalan distribusi produk.Kepala BPOM menilai pengawasan distribusi obat dan pangan di koperasidesa membutuhkan mekanisme yang presisi karena cakupan wilayahyang luas menuntut sistem kendali yang kuat. Oleh sebab itu, pemerintahterus merancang skema baru agar distribusi tetap terkendali sekaligusmenjangkau masyarakat secara merata. Upaya ini memperlihatkanorientasi evaluasi yang tidak berhenti pada identifikasi masalah, melainkan diarahkan pada inovasi kebijakan.Pandangan mengenai pentingnya evaluasi berkala juga diperkuat ekonom CORE Indonesia, Dipo Satria Ramli. Ia menilai bahwa pengawasanberlapis sangat diperlukan mengingat fungsi Kopdes Merah Putihmencakup aspek komersial, sosial, hingga layanan distribusi strategis. Menurutnya, pembagian peran pengawasan lintas lembaga akanmemperkuat akuntabilitas sekaligus meminimalkan potensipenyimpangan.Dipo menekankan pentingnya audit independen secara berkala sebagaiinstrumen untuk mendeteksi potensi moral hazard sejak dini. Ia jugamemandang bahwa tata kelola internal yang kuat harus ditopang olehrekrutmen pengelola profesional yang tetap berbasis komunitas lokal. Keterlibatan warga desa dinilai penting untuk menumbuhkan rasa memilikisehingga keberlanjutan koperasi terjaga secara alamiah.Pandangan Dipo sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang menempatkan evaluasi sebagai fondasi penguatan kelembagaan. Pemerintah memahami bahwa keberhasilan program tidak cukup diukurdari jumlah koperasi yang terbentuk, tetapi dari kualitas operasional, efektivitas layanan, dan dampak nyata terhadap kesejahteraanmasyarakat.Koperasi Desa Merah Putih diproyeksikan menjadi simpul distribusi hasilpertanian, penyalur barang strategis, penyedia layanan keuangan, hinggapenggerak aktivitas ekonomi produktif di tingkat akar rumput. Denganperan sebesar itu, evaluasi berkala menjadi syarat mutlak agar setiapfungsi berjalan optimal.Melalui keterbukaan terhadap masukan, sinergi lintas lembaga, sertapenguatan pengawasan berjenjang, pemerintah menunjukkan keseriusanmenjaga keberlanjutan program ini. Evaluasi yang konsisten bukanlahtanda kelemahan, melainkan bukti hadirnya tata kelola modern yang mengedepankan perbaikan berkelanjutan demi memastikan KopdesMerah Putih benar-benar menjadi motor penggerak pemberdayaanekonomi desa di masa depan.*) Pengamat Ekonomi Desa
- Advertisement -

Baca berita yang ini