Wagub Riza Patria Berharap Angka Kematian Covid19 Saat Isoman di DKI Tidak Banyak

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria berharap angka kematian pasien Covid19 saat isolasi mandiri (isoman) tidak mencapai 1.214 orang seperti diungkap koalisi masyarakat LaporCovid19.

“Saya sendiri belum tahu, kita cek kembali, semoga tidak sebanyak itu,” kata Riza di Jakarta, Kamis 22 Juli 2021 malam.

Dia mengaku Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sudah memberi pelayanan terbaik dan mencari solusi terbaik untuk penanganan Covid19.

Hal itu termasuk menyiapkan fasilitas isolasi di luar Wisma Atlet seperti rusun, hotel maupun rumah masing-masing.

Untuk mengatasi masalah isolasi mandiri Riza mengingatkan semua warga agar saling tolong dan memperhatikan tetangga atau keluarganya yang sedang isolasi mandiri.

Jangan sampai setelah kritis baru diketahui kondisinya.

Bila nanti ada pemudik atau warga dari luar masuk, mereka akan diarahkan untuk melapor RW dan melakukan isolasi mandiri terlebih dahulu. (Twitter: jogjawonderful)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini