Pria Bangkalan Penghina Jokowi dan Polisi Akhirnya Ditangkap

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Seorang pria asal Bangkalan, Jawa Timur ditangkap polisi karena ketahuan menghina Presiden Jokowi dan polisi. Pria yang bernama Malih (41) tersebut kedapatan menghina Jokowi dan polisi. Aksinya pun menjadi viral di medsos.

Kabar penangkapannya pun dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko. Iya benar telah kami amankan,” ujarnya, Rabu 14 Juli 2021.

Sebelumnya dalam sebuah video berdurasi 27 detik yang diposting pada laman Instagram Smart.gram, menunjukkan pria berambut jabrik menghina dan mengatakan Jokowi dan polisi dengan sebutan binatang.

“Halo Jokowi an*ng, polisi an*ng, aku tak takut sama polisi an*ng yah,” katanya dalam video itu.

Sembari merokok, pria di dalam video itu terus mengatakan tidak takut polisi. Bahkan dia terus menerus menyebut Presiden Jokowi dengan sebutan hewan.

“Aku gak takut sama polisi. Halo Jokowi a**g. Aku gak takut sama polisi an*ng yah,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Langkah Koordinatif Ditempuh Untuk Jaga Stabilitas Rupiah

*) Oleh: Dinda ParamitaNilai tukar rupiah selalu menjadi salah satu indikator yang paling sensitif terhadapperubahan kondisi ekonomi global. Ketika ketidakpastian meningkat akibat gejolakgeopolitik, kebijakan moneter negara maju, maupun pergeseran arus modal internasional, tekanan terhadap mata uang negara berkembang hampir tidakterhindarkan. Dalam konteks tersebut, langkah cepat dan terkoordinasi yang dilakukan pemerintah bersama otoritas ekonomi menjadi faktor penting untuk menjagastabilitas dan membangun kepercayaan pasar. Karena itu, berbagai kebijakan yang saat ini ditempuh menunjukkan bahwa Indonesia tidak tinggal diam menghadapitantangan eksternal yang terus berkembang.Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwapemerintah telah mengidentifikasi tekanan utama terhadap rupiah berasal daridinamika aliran modal global. Pelemahan nilai tukar bukan semata-mata dipengaruhifaktor domestik, melainkan juga merupakan konsekuensi dari perubahan perilakuinvestor internasional yang cenderung mencari instrumen yang dianggap lebih amandi tengah ketidakpastian dunia. Oleh sebab itu, kesepakatan koordinatif antarapemerintah, Bank Indonesia, dan Kementerian Keuangan untuk meredam capital outflow menjadi langkah tepat. Sinergi antarlembaga menjadi fondasi penting agar respons kebijakan berjalan efektif dan tidak bergerak sendiri-sendiri.Koordinasi tersebut mencerminkan kematangan tata kelola ekonomi nasional dalammenghadapi tekanan pasar. Pengalaman berbagai krisis sebelumnya menunjukkanbahwa stabilitas ekonomi tidak dapat dijaga hanya dengan satu instrumen kebijakan. Dibutuhkan harmonisasi antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan agar mampu menciptakan efek penguatan yang saling melengkapi. Dalam situasi saat ini, langkah pemerintah memperkuat koordinasi justru mengirimkan sinyal positif bahwapengambil kebijakan memiliki kesamaan pandangan dalam menjaga stabilitasekonomi nasional.Di sisi lain, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan bahwa arusmasuk dana asing mulai terlihat di pasar domestik. Indikasi tersebut menjadi kabarbaik karena menunjukkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih memilikidaya tarik di mata investor...
- Advertisement -

Baca berita yang ini