Kelebihan Bayar Subsidi Pemprov DKI ke Trans Jakarta Berpeluang Rugikan Negara

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kelebihan bayar subsidi oleh Pemprov DKI Jakarta kepada Trans Jakarta berpotensi merugikan negara. Peneliti Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Badiul Hadi pun menilai, hal ini perlu ditelusuri penyebab masalahnya. Ia pun berharap uang kelebihan bayar itu harus dimasukan kembali ke dalam kas daerah.

“Apabila uang tidak masuk ke kas negara, Hadi mengatakan, hal itu bisa masuk ke dalam kategori tindak pidana korupsi,” ujarnya, Senin 12 Juli 2021.

Hadi juga menilai kelebihan bayar subsidi ini juga berpeluang merugikan negara. “Kelebihan bayar atau overpay ini tentu saja berpotensi merugikan keuangan daerah,” katanya.

Kelebihan bayar ini merupakan hasil temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). BPK menemukan adanya kelebihan bayar subsidi terhadap PT Transportasi Jakarta tahun anggaran 2018 dan 2019. Nilai lebih bayar sebesar Rp415.922,80.

Temuan tersebut berdasarkan ikhtisar hasil pemeriksaan semester II Tahun 2020. Dalam ikhtisar tersebut, dijelaskan bahwa PT Transjakarta tidak memperhitungkan pemberian subsidi public service obligation (PSO) dengan pendapatan non tiket tahun 2018 dan 2019.

Hadi pun menyangsikan temuan BPK terkait hal ini merupakan hal janggal. “Seharusnya ini sudah masuk di pemeriksaan awal oleh Inspektorat, kok bisa lolos?” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Insentif dan Program Belanja Nasional Perkuat UMKM dan Pelaku Ritel di Musim Liburan

Oleh : Nura SafitriMusim liburan sekolah selalu menjadi salah satu momentum penting bagi perekonomiannasional. Pada periode ini, mobilitas masyarakat meningkat, aktivitas wisata tumbuh, dan konsumsi rumah tangga mengalami penguatan. Pemerintah memanfaatkan peluang tersebutmelalui berbagai kebijakan yang tidak hanya bertujuan meningkatkan daya beli masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan sektor perdagangan, pariwisata, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kehadiran program Belanja di Indonesia Aja (BINA) Holiday and Back to School 2026 menjadi salah satu langkah strategis yang menunjukkan komitmen pemerintahdalam menggerakkan roda ekonomi nasional secara lebih merata.Program BINA Holiday and Back to...
- Advertisement -

Baca berita yang ini