Situasi Akibat Lonjakan Covid19 Picu Stres, Saatnya Kita Bersatu Kendalikan Pandemi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sekarang adalah saat yang tepat bagi kita untuk bersatu tidak perlu saling menyalahkan karena terlalu banyak hal yang harus dipikirkan dan dikerjakan untuk mengendalikan Pandemi Covid19 yang melonjak tidak pasti. Ditambah situasi sudah mengakibatkan stres.

“Siapa yang tidak stres sekarang ini, pasti semua orang stres di masa pandemi. Kita menghadapi pasien yang gawat setiap hari bagaimana tidak stres?” ujar Ketua Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia, Prof. Dr. dr. Iris Rengganis, Sp.PD-KAI yang pesannya dilihat Mata Indonesia News, Jumat 9 Juli 2021.

Selain itu banyak hal dan masalah di masa pandemi ini juga membutuhkan solusi segera namun tidak mudah, sehingga menurut Iris, stres memang gampang menjangkiti kita sekarang.

Maka bukan saatnya  kita saling menyalahkan dan jalankan lah program-program mengatasi Covid19 sebaik mungkin.

Dia meminta kita semua menjalankan program yang sudah ditetapkan pemerintah seperti pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat sekarang.

Dokter Iris juga mengingatkan kita tidak mengabaikan protokol kesehatan agar penularan Covid19 tidak terus terjadi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ramadan: Menanam Benih Toleransi, Menggugurkan Akar Radikalisme

Oleh: Juana Syahril)* Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah spiritual bagi umat Islam, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai sosial seperti toleransi dan pengendalian diri. Di tengah meningkatnya polarisasi di era digital, semangatRamadan dapat menjadi fondasi penting untuk mencegah berkembangnya pahamradikalisme dalam masyarakat. Anggota Komisi Perempuan Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabicha Hilma Jabar Sasmita mengatakan bahwa toleransi beragama di Indonesia pada dasarnya bukanlah sesuatu yang baru. Sejak lama masyarakatIndonesia telah hidup dalam keberagaman dan mampu menjalin kehidupan sosialyang harmonis. Keberagaman suku, agama, dan budaya menjadi bagian dariwarisan peradaban yang telah membentuk karakter masyarakat Nusantara. Dalam pandangannya, kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu telahmencerminkan praktik toleransi yang kuat. Masyarakat terbiasa hidup berdampinganmeskipun memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda. Tradisi tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang memandang keberagaman sebagai bagiandari kehendak Tuhan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini