Salut! De Bruyne Main Lawan Italia dalam Kondisi Ligamen Sobek

Baca Juga

MATA INDONESIA, MUENCHEN Kevin De Bruyne mengaku tak dalam kondisi fit saat lawan Italia di perempatfinal Piala Eropa 2020. Dia menyebut, kondisi ligamen engkelnya sobek.

Laju Belgia terhenti di perempatfinal setelah kalah 1- lawan Itali di Allianz Arena, Sabtu 3 Juli 2021. Dua gol Gli Azzurri dicetak Nicollo Barella dan Lorenzo Insigne. Gol balasan Belgia dicetak Romelu Lukaku.

Sebelum laga, De Bruyne sebenarnya diragukan bisa main karena cedera engkel. Tapi, secara mengejutkan, nama pemain Manchester City itu ada di daftar susunan pemain.

Usai laga, De Bruyne mengaku tidak dalam kondisi fit karena ligamen engkelnya sobek. Dia mengucapkan terima kasih pada dokter tim yang membuatnya bisa main meskipun Belgia kalah.

“Bagi saya secara pribadi, ini adalah empat atau lima pekan yang aneh. Tapi secara khusus saya ingin mengucapkan terima kasih pada staf tim medis,” katanya, kepada laman resmi UEFA.

“Hari ini merupakan sebuah keajaiban saya bisa main karena engkel saya rusak. Ligamen saya sobek. Tapi saya merasa bertanggung jawab untuk bermain demi negara. Sayang saya tidak bisa memberikan hasil lebih baik,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dimethyl Ether dan Transformasi Ketahanan Energi Indonesia

Oleh : Ricky Rinaldi *)Ketahanan energi menjadi salah satu isu strategis yang menentukan arahpembangunan nasional di tengah dinamika global yang terus berubah. Ketergantungan terhadap energi impor, fluktuasi harga komoditas internasional, serta meningkatnya kebutuhan energi domestik menuntut Indonesia untukmelakukan transformasi kebijakan secara menyeluruh. Dalam konteks tersebut, pengembangan Dimethyl Ether (DME) menjadi salah satu langkah penting dalammemperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantunganterhadap impor LPG.DME dipandang sebagai alternatif energi yang memiliki potensi besar untukmendukung kebutuhan rumah tangga dan industri. Pemanfaatan sumber dayadomestik untuk produksi DME membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuatkemandirian energi. Dengan cadangan batu bara yang melimpah serta potensihilirisasi energi yang besar, pengembangan DME menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun sistem energi yang lebih berkelanjutan.Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa ketahanan energi harus dibangunmelalui pemanfaatan sumber daya nasional secara optimal. Indonesia tidak dapatterus bergantung pada impor energi yang rentan terhadap gejolak global. Oleh karena itu, transformasi sektor energi menjadi prioritas untuk memastikan kebutuhanmasyarakat dapat terpenuhi secara stabil dan berkelanjutan.Pengembangan DME juga menjadi bagian dari agenda hilirisasi industri nasional. Selama ini, sumber daya alam Indonesia banyak diekspor dalam bentuk bahanmentah tanpa memberikan nilai tambah maksimal di dalam negeri. Melalui hilirisasi, komoditas domestik dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi yang mendukungkebutuhan nasional sekaligus membuka peluang ekonomi baru.Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menekankan bahwatransformasi energi harus diarahkan pada penguatan kemandirian nasional. Pengembangan DME tidak hanya bertujuan mengurangi impor LPG, tetapi juga memperkuat industri dalam negeri dan menciptakan lapangan kerja baru. Denganpendekatan yang terintegrasi, sektor energi dapat menjadi motor pertumbuhanekonomi nasional.Salah satu keuntungan utama pengembangan DME adalah potensi penghematandevisa negara. Selama ini, impor LPG menjadi salah satu komponen besar dalampengeluaran energi nasional. Dengan memanfaatkan DME sebagai substitusi, ketergantungan terhadap impor dapat dikurangi secara bertahap. Langkah inimemberikan ruang fiskal yang lebih besar bagi pemerintah untuk mendukung sektorstrategis lainnya.Selain aspek ekonomi, pengembangan DME juga memiliki dampak strategisterhadap stabilitas pasokan energi. Ketika dunia menghadapi ketidakpastiangeopolitik dan fluktuasi harga energi, negara yang memiliki sumber energi domestikyang kuat akan lebih siap menghadapi tekanan global. Dengan memperkuatproduksi energi dalam negeri,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini