Atasi Varian Delta Harus Perbanyak Testing

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pakar epidemiologi dari Cina, Prof. Zhong Nanshan mengungkapkan untuk mengatasi Varian Delta yang diperlukan hanya testing sebanyak-banyaknya terutama terhadap orang yang diduga melakukan kontak dekat dengan mereka yang terinfeksi.

Dalam opininya yang dilansir Antaranews.com, 29 Juni 2021, Zhong ada perubahan definsi “kontak dekat” pada Varian Delta.

Jika “kontak dekat” pada varian sebelumnya adalah mereka yang benar-benar berdekatan dengan orang yang terinfeksi Covid19 dalam jarak satu meter, namun untuk Varian Delta lebih dari itu.

“Kontak dekat” dalam melacak Varian Delta, menurut Zhong, harus dipahami sebagai orang yang tinggal di satu ruang/perusahaan/gedung serta mereka yang bersama selama empat hari sebelum orang itu terinfeksi Covid19.

Mengapa empat hari? Karena masa inkubasi varian itu sekarang hanya selama itu. Sedangkan varian lama hingga 14 hari.

Dengan karakteristik seperti itu untuk menghadapi Varian Delta tidak perlu melakukan karantina hingga 14 hari karena masa inkubasi varian itu lebih cepat.

Jadi untuk memutus penularan varian delta adalah melakukan testing lebih banyak agar mereka yang terpapar atau terinfeksi segara bisa ditangani.

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini