Mohon Doa, Personel ‘Blink 182’ Idap Penyakit Kanker

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOS ANGELES – Kabar kurang sedap datang dari band punk, ‘Blink 182’. Salah satu personelnya, Mark Hoppus, mengaku mengidap penyakit kanker.

Mark, yang merupakan bassist di ‘Blink 182’, mengabarkan kondisi dirinya yang mengidap penyakit kanker di media sosial. Tapi, tak disebutkan kanker jenis apa.

“Selama tiga bulan terakhir, saya menjalani kemoterapi penyakit kanker. Saya mengidap penyakit kanker. Ini menyebalkan dan saya takut,” tulis Mark, dikutip dari Deadline, Kamis 24  Juni 2021.

“Di saat bersamaan, saya merasa diberkati dengan adanya dokter-dokte luar biasa, keluarga, dan teman-teman yang mendukung saat saya melalui masalah ini,” ujarnya.

“Saya masih akan menjalani perawatan beberapa bulan lagi, tapi saya berusaha tetap berharap dan berpikir positif. Tak sabar bisa terbebas dari kanker dan sampai jumpa lagi di sebuah konser dalam waktu dekat,” ungkapnya.

Mark adalah personel ‘Blink 182’ bersama Travis Baker dan Matt Skiba. Mark menggantikan posisi Tom DeLonge pada 2015. Band punk ini memiliki beberapa album yang meraih platinum, seperti ‘Take Off Your Pants and Jacket’, ‘Enema of the State.

Mark merupakan personel ‘Blink 182’ yang telah menulis banyak lagi dan banyak di-cover oleh artis lain.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini