Song Joong Ki Gagal Balik ke Kolumbia, Lanjutkan Syuting ‘Bogota’ di Korea Selatan

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Film ‘Bogota’ yang dibintangi Song Joong Ki, Lee Hee Jun, dan Kwon Hae Hyo akan menyelesaikan syuting untuk filmnya ‘Bogota’ di Korea Selatan. Karena pandemi, tim produksi memutuskan untuk tidak memaksakan diri kembali Kolombia.

Dilansir dari AllKpop, Megabox JoongAng Plus M menyampaikan update tentang film kriminal ‘Bogota’ pada Rabu 23 Juni 2021. Syuting yang sempat tertunda pun kini sudah dilanjutkan.

Menanggapi syuting yang dilanjutkan, produser ‘Bogota’ menyatakan, “Karena sulit untuk memulai syuting lagi, prioritas utama kami adalah melindungi keselamatan dan kesehatan semua anggota staf dengan mengikuti pedoman karantina. Untuk membuat film yang bagus di lingkungan yang stabil, kami akan melakukan yang terbaik”.

‘Bogota’ adalah film thriller kriminal yang berlatar tahun 1990-an, di mana seorang pemuda berusia tiga puluhan beremigrasi ke Kolumbia dan mencoba menetap di pasar tradisional yang terletak di Bogota. Film ini disutradarai oleh Kim Sung-Jae.

‘Bogota’ pertama kali menarik banyak perhatian dengan susunan pemain yang kuat dari Song Joong Ki, Lee Hee Jun, dan Kwon Hae Hyo. Menurut laporan, para aktor melanjutkan syuting di Korea Selatan pada 21 Juni.

Sementara mereka mulai syuting di Kolombia pada Januari tahun lalu, kru produksi dan aktor ‘Bogota’ harus menghentikan semua kegiatan syuting pada Maret 2020 karena pandemi.

Setelah menata ulang proyek produksi, ‘Bogota’ berencana untuk menyelesaikan syuting sisa adegan mereka di Korea Selatan, selama sekitar tiga bulan lagi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini