De Bruyne Tak Selebrasi demi Hormati Eriksen

Baca Juga

MATA INDONESIA, COPENHAGEN – Kevin De Bruyne mencetak gol kemenangan lawan Denmark. Dia tak melakukan selebrasi demi menghormati Christian Erisken.

Belgia meraih kemenangan 2-1 atas Denmark dalam lanjutan penyisihan Grup B Piala Eropa 2020, Kamis 17 Juni 2021 malam WIB. Sempat tertinggal melalui gol Yossuf Poulsen, Belgia membalikkan skor berkat gol Thorgan Hazard dan Kevin De Bruyne.

De Bruyne, yang masuk sebagai pemain pengganti, membawa dampak signifikan bagi kemenangan Belgia. Selain mencetak gol, dia juga memberikan assist untuk gol Belgia yang dicetak Hazard.

Setelah mencetak gol kemenangan, De Bruyne tak melakukan selebrasi. Pemain Manchester City ingin menghormati Eriksen yang pekan lalu kolaps di lapangan karena henti jantung saat menghadapi Finlandia.

Pertandingan Belgia melawan Denmark dihentikan selama satu menit di menit ke-10 dimana penonton melakukan applause selama satu menit yang didedikasikan untuk Eriksen.

“Saya sangat bahagia, tentu saja, tapi saya menghormati orang-orang di sini dan tak ingin melakukan selebrasi berlebihan,” ujarnya, dikutip dari The Sun, Jumat 18 Juni 2021.

“(Saat mencetak gol) saya menuju titik di lapangan dimana Christian Eriksen kolaps hari Sabtu lalu dan saya tak ingin merayakan berlebihan dan memilih tetap tenang,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG Dikawal Para Ahli, Masa Depan Gizi Anak Makin Terjamin

Oleh: Alexander Royce*)Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjadi salah satu kebijakan strategispemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Di tengahberbagai tantangan pembangunan, mulai dari stunting, kesenjangan akses panganbergizi, hingga kebutuhan peningkatan kualitas generasi muda menuju Indonesia Emas 2045, kehadiran MBG menunjukkan komitmen negara untuk memastikan setiap anakIndonesia mendapatkan hak yang sama atas asupan gizi yang berkualitas. Pemerintahterus memperkuat tata kelola dan pengawasannya dengan melibatkan para ahli gizi, tenaga kesehatan, akademisi, hingga berbagai pemangku kepentingan agar manfaatnya semakin optimal dan tepat sasaran.Dukungan terhadap MBG juga datang dari kalangan akademisi dan praktisi gizi. Ahli Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) sekaligus Dewan Pengurus Pusat Himpunan Alumni IPB Departemen Gizi, Lesda Lybaws, menilai program MBG merupakan langkah yang efektif untuk memutus rantai stunting...
- Advertisement -

Baca berita yang ini