Tips dari Pasangan Menikah tentang Cara Selalu Jatuh Cinta

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pernikahan adalah institusi yang rumit. Di mana masing-masing pasangan harus bekerja untuk melalui beban, tanggung jawab, pilihan dan jika itu tidak cukup, maka masalah dan perselisihan pernikahan masuk ke dalam kehidupan rumah tangga.

Dan di masa-masa sulit, perasaan ragu untuk percaya pada ikatan suci pernikahan dan tetap saling mencintai terkadang hadir. Yang perlu Anda ingat bahwa cinta membuat ikatan tetap hidup karena itu adalah satu-satunya hal yang mengatasi segala macam problematika kehidupan.

Untuk membuat Anda kembali percaya pada kekuatan cinta. Melansir Times of India, beberapa pasangan suami istri berbagi tips bagaimana menjaga cinta dalam pernikahan tetap kuat dan selamanya.

Berjuang melalui masalah kesehatan mental

“Saya menderita melalui kasus kecemasan dan depresi yang parah ketika saya berusia pertengahan tiga puluhan. Saya menjauh dari semua orang, terutama dari istri saya karena saya tidak ingin membuatnya bermasalah dengan apa yang saya rasakan. Saya berhenti terlibat dalam pertemuan sosial apa pun dan ketika akhirnya istri saya mengonfrontasi saya, saya mengeluarkan semuanya. Dan hari itu dan seterusnya, kehadirannya membuat dampak yang kuat dalam pemulihan saya dan membantu saya mengatasinya dengan pengertian dan cinta. Itulah intinya: dukungan.”

Harish dan Reema

Mengakui kesalahan

“Ketika Anda salah, belajarlah untuk mengakui kesalahan Anda dan ketika Anda tahu Anda benar, tegaskan bahwa Anda benar dalam perspektif Anda. Menjaga segala sesuatunya tetap jelas dalam pernikahan adalah bagaimana Anda dan pasangan dapat mempertahankannya. Pada satu titik, saya berhenti memberi tahu suami saya bagaimana perasaan saya dan kemudian, setelah pertengkaran hebat, kami menyelesaikan pertarungan kami pada saat itu. Dan sejak itu, kami berdua tidak pernah gagal untuk saling menceritakan apa yang kami berdua rasakan.”

Nitya dan Saksham

Saling jujur satu sama lain

“Suami saya dan saya berjanji untuk tidak pernah saling berbohong, apa pun yang kami lakukan. Dan itu membuat kami berjuang melalui banyak masalah dan pelarian, tetapi tidak sekali pun kami meninggalkan tangan satu sama lain selama ini.”

Karishma dan Vishal

Konflik kerabat yang baik

“Ayah saya telah memberi saya pelajaran ini sebelum mencari pasangan, yaitu buat pasangan Anda marah setidaknya sekali sehingga Anda dapat melihat bagaimana mereka bereaksi dan mencoba memecahkan masalah. Dan saya melakukan hal itu dan menemukan pasangan saya seumur hidup. Dan saya menemukan pasangan saya adalah lembut, dewasa, dan baik hati. Dia mencari cinta untuk menjadi hal terpenting saat menyelesaikan pertengkaran dan ini membuat pernikahan kami tetap kuat.”

Meghna dan Rishav

Kebudayaan yang sama

“Latar belakang dan budaya yang sama memainkan peran besar dalam menjaga pasangan tetap bersama. Secara realistis, ada lebih sedikit pertengkaran dan ketidaksetujuan dalam hal pergi ke pertemuan sosial atau menghadiri norma budaya tertentu. Ibuku menjodohkan saya dengan istri saya saat ini yang berasal dari kampung halaman yang sama. Dan selain itu, saya dan istri sangat menghargai pendapat dan pilihan satu sama lain. Kami tidak pernah mengacungkan jari dan itu membuat banyak pertengkaran tidak terjadi.”

Laksh dan Yashika

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kepuasan Publik Jadi Indikator Apresiasi terhadap Pemerintahan Prabowo Gibran

Oleh: Fajar PradiptaKepuasan publik seharusnya tidak hanya dibaca sebagai angka statistik semata, tetapi sebagaicerminan nyata hubungan antara pemerintah dan rakyat yang perlu terus dijaga, bahkanditingkatkan. Dalam konteks pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, tingginya tingkat kepuasan masyarakat dapat dilihat sebagai bentuk apresiasi sekaligusharapan agar kinerja yang telah berjalan selama sekitar satu setengah tahun ini tetap konsistendan adaptif terhadap tantangan zaman. Dengan capaian kepercayaan publik yang menyentuhangka 75,1 persen, publik seolah memberikan sinyal bahwa arah kebijakan pemerintah saatini berada di jalur yang cukup tepat, meskipun tetap membutuhkan evaluasi berkelanjutan.Hasil survei nasional yang dirilis oleh Poltracking Indonesia menunjukkan bahwa tingkatkepuasan terhadap kinerja pemerintahan secara keseluruhan mencapai 74,1 persen. Sementara itu, secara personal, performa Prabowo Subianto sebagai presiden memperolehtingkat kepuasan sebesar 74,9 persen. Angka ini tidak berdiri sendiri, melainkanmerefleksikan persepsi publik terhadap berbagai program prioritas yang telah dijalankanselama setahun terakhir, termasuk upaya menjaga stabilitas ekonomi, penguatan sektorpangan, serta konsistensi dalam menjaga posisi Indonesia di tengah dinamika global yang semakin kompleks.Salah satu program yang paling banyak mendapat sorotan sekaligus apresiasi adalahkebijakan Makan Bergizi Gratis yang dinilai mampu menyentuh langsung kebutuhanmasyarakat. Program ini tidak hanya berfungsi sebagai intervensi sosial, tetapi juga menjadisimbol kehadiran negara dalam menjawab persoalan mendasar seperti gizi dan kesejahteraan. Sebanyak 23 persen responden dalam survei menyebut program ini sebagai kebijakan paling bermanfaat, sebuah angka yang menunjukkan bahwa kebijakan berbasis kebutuhan dasarmasih menjadi prioritas utama di mata publik. Keberhasilan ini juga melengkapi capaian lain pemerintah, seperti pengendalian inflasi pangan dan peningkatan akses bantuan sosial yang lebih merata.Peneliti utama Poltracking Indonesia, Masduri Amrawi, mengungkapkan bahwa tingginyakepuasan publik tidak terlepas dari kontribusi program tersebut yang dinilai memberikandampak nyata. Ia melihat bahwa kebijakan yang bersifat langsung dan dirasakan masyarakatcenderung memiliki daya dorong lebih kuat terhadap persepsi positif publik. Hal ini menjadipelajaran penting bagi pemerintah bahwa efektivitas program tidak hanya diukur dari skala, tetapi juga dari sejauh mana manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakatluas.Lebih jauh, Masduri Amrawi juga menilai bahwa stabilitas tingkat kepuasan publik di tengahkondisi global yang penuh ketidakpastian merupakan capaian tersendiri. Dalam situasigeopolitik yang memanas dan tekanan ekonomi global yang fluktuatif, pemerintah dinilaimampu menjaga kepercayaan masyarakat melalui kebijakan yang relatif responsif danadaptif. Ini menunjukkan bahwa keberhasilan pemerintah tidak hanya diukur dari program unggulan semata, tetapi juga dari kemampuannya menjaga stabilitas dan rasa aman di tengahmasyarakat.Di sisi lain, survei yang dilakukan oleh Lembaga Survei Indonesia juga memberikangambaran penting terkait persepsi publik terhadap sistem demokrasi di Indonesia. Sebanyak73,9 persen responden menilai bahwa sistem politik nasional masih berjalan dalam koridordemokrasi. Angka ini menjadi indikator bahwa legitimasi demokrasi tetap terjaga, meskipunberbagai kritik dan dinamika politik terus berkembang di ruang publik.Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia, Djayadi Hanan, menilai bahwa kekuatandemokrasi Indonesia masih bertumpu pada mekanisme pemilu yang berjalan serta kebebasanmasyarakat dalam menyampaikan pendapat. Hal ini menjadi fondasi penting dalam menjagastabilitas politik nasional, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah. Dalam konteks satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, keberhasilan menjaga stabilitaspolitik ini menjadi salah satu faktor yang mendukung tingginya tingkat kepuasan masyarakat.Peneliti Poltracking lainnya, Yoki Alvetro, menjelaskan bahwa survei ini dilakukan denganmetode multistage random sampling yang melibatkan 1.220 responden. Dengan margin of error sebesar kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, hasil survei inidinilai cukup representatif dalam menggambarkan opini publik secara nasional. Pengumpulandata dilakukan melalui wawancara tatap muka pada periode 2 hingga 8 Maret 2026, yang kemudian diverifikasi secara ketat untuk memastikan validitas data.Dalam prosesnya, Yoki Alvetro menegaskan bahwa seluruh data yang masuk telah melaluitahap verifikasi menyeluruh di pusat data, bahkan sebagian sampel juga dilakukanpengecekan ulang sebagai bagian dari kontrol kualitas. Hasilnya menunjukkan tidak adanyakesalahan signifikan, sehingga temuan survei ini dapat dijadikan rujukan dalam membacatren persepsi publik terhadap kinerja pemerintah saat ini.Jika dilihat secara lebih luas, capaian tingkat kepuasan publik ini juga tidak lepas dariberbagai langkah strategis yang telah dilakukan pemerintah selama setahun terakhir. Selainprogram Makan Bergizi Gratis, pemerintah juga mendorong percepatan pembangunaninfrastruktur, digitalisasi layanan publik, serta penguatan sektor UMKM sebagai tulangpunggung ekonomi nasional. Upaya ini secara perlahan membentuk persepsi positif di tengahmasyarakat bahwa pemerintah hadir dan bekerja untuk kepentingan rakyat. Oleh karena itu, mari kita sebagai bagian dari publik tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga turut aktifmengawal jalannya pemerintahan agar tetap berpihak pada kepentingan bersama dan mampumenjawab tantangan masa depan dengan lebih baik.*) Pengamat Politik dan Kebijakan Strategis Nasional
- Advertisement -

Baca berita yang ini