Nadal, Raja French Open, Akhirnya Tumbang

Baca Juga

MATA INDONESIA, PARIS – Petenis Spanyol, Rafael Nadal, akhirnya tumbang di grand slam French Open. Lajunya dihentikan unggulan pertama asal Serbia, Novak Djokovic.

Pertandingan Nadal vs Djokovic berlangsung epik dan menarik selama lebih dari 4 jam. Nadal, yang merupakan pemegang 13 gelar French Open, takluk dalam pertarungan empat set, 6-3, 3-6, 6-7 (4-7), dan 2-6.

Ini adalah pertemuan ke-58 di antara keduanya. Djokovic unggul dengan 30 kemenangan. Sepanjang keikutsertaan di French Open, ini hanya kekalahan ketiga yang dialami Nadal.

Bagi Djokovic, dia punya kans untuk memenangkan total 19 grand slam sepanjang kariernya. Di final, dia akan menantang petenis Yunani, Stefanos Tsitsipas.

“Ini adalah jenis pertandingan yang akan Anda ingat selamanya. Ini adalah satu dari tiga pertandingan terbaik sepanjang hidup,” ujar Djokovic, dikutip dari BBC, Sabtu 12 Juni 2021.

“Untuk menang lawan Nadal di lapangan clay, Anda harus memainkan tenis terbaik dan malam ini saya menampilkan permainan terbaik,” katanya.

“Sulit mengungkapkan dengan kata-kata menggambarkan perasaan saya. Anda bilang tidak ada tekanan, tapi sebenarnya ada. Sebuah kehormatan bisa menguji permainan saya di pertandingan seperti ini,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dana Hasil Penertiban Kawasan Hutan Jadi Bukti Nyata Penegakan Hukum Pemerintah

Oleh: Alvin Sato )*Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuatpenegakan hukum dan penyelamatan aset negara melalui langkahkonkret penertiban kawasan hutan. Hal itu tercermin dari penyerahandana hasil penertiban kawasan hutan senilai Rp10,27 triliun kepadanegara yang disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Gedung Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta. Momentum penyerahan ini sekaligus menjadi simbol kuat bahwa upayapenegakan hukum pemerintah kini semakin berorientasi pada hasil nyatayang dapat dirasakan masyarakat.Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwaagenda penyerahan dana hasil penertiban kawasan hutan bukan sekadarseremoni. Kepala Negara memandang masyarakat saat ini menginginkanbukti konkret dari kerja pemerintah, terutama dalam upaya menjagakekayaan negara dan menindak berbagai pelanggaran di sektor sumberdaya alam. Presiden menilai transparansi dan akuntabilitas menjadibagian penting agar masyarakat dapat melihat langsung hasil daripenegakan hukum yang dilakukan negara.Menurut Presiden, dana triliunan rupiah yang berhasil diselamatkantersebut menunjukkan bahwa pemerintah serius memastikan aset negara tidak lagi bocor akibat praktik ilegal maupun penyalahgunaan kawasanhutan. Ia juga menyinggung bahwa masyarakat sudah terlalu lama disuguhi berbagai pidato tanpa hasil nyata, sehingga pemerintah saat iniberupaya menghadirkan bukti langsung melalui pengembalian aset dan penyelamatan keuangan negara.Presiden Prabowo turut mengungkapkan adanya potensi tambahanpengembalian aset negara pada bulan berikutnya dengan nilai mencapaiRp11 triliun. Hal itu memperlihatkan bahwa upaya penertiban kawasanhutan tidak berhenti pada satu tahap, melainkan terus berlanjut sebagaibagian dari strategi nasional dalam memperbaiki tata kelola sumber dayaalam Indonesia.Selain penyerahan dana, pemerintah juga berhasil menguasai kembalikawasan hutan seluas lebih dari 2,3 juta hektare. Pengembalian lahantersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam menjaga kedaulatannegara atas kawasan hutan yang selama bertahun-tahun mengalamiberbagai bentuk pelanggaran, mulai dari penguasaan lahan ilegal hinggapenyalahgunaan izin usaha.Jaksa Agung ST Burhanuddin menegaskan bahwa dana Rp10,27 triliunyang dipamerkan dalam kegiatan Satgas Penertiban Kawasan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini