Lee Do Hyun Diculik, “Youth Of May” Makin Menegangkan Jelang Tamat

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Drama Korea “Youth of May” akan memasuki episode 11. KBS2 TV telah merilis potongan adegan emosional antara Lee Do Hyun dan Kim Myung Hee dari episode mendatang.

“Youth of May” adalah drama romansa tentang pertemuan penting antara mahasiswa kedokteran Hwang Hee Tae (Lee Do Hyun) dan perawat Kim Myung Hee (Go Min Si). Keduanya kemudian jatuh cinta pada Mei 1980, periode waktu yang secara historis signifikan di Korea Selatan.

Di episode sebelumnya, pemirsa dikejutkan ketika Hwang Hee Tae dihadapkan dengan sebuah truk yang sengaja melaju kencang ke arahnya hingga menyebabkan kecelakaan. Hwang Hee Tae sedang dalam perjalanan untuk mendapatkan lebih banyak darah ketika dia mengalami masalah.

 

Dalam potongan gambar baru, Hwang Hee Tae dalam kondisi yang mengerikan. Wajah dan bajunya berlumuran darah, mulutnya disumpal dengan selotip, dan tubuhnya diikat erat ke kursi dengan tali.

Potongan gambar mengungkapkan bahwa Hwang Hee Tae telah diculik, membuat pemirsa mempertanyakan siapa dalang di balik kecelakaan itu. Tidak hanya ada jam meja mewah di samping kepalanya di tanah, tetapi lokasinya terlihat berbeda dari tempat Pasukan Keamanan Nasional melakukan penyiksaan.

Namun, terlepas dari situasi berbahaya, tatapan Hwang Hee Tae tidak menunjukkan rasa takut. Setelah menghadapi setiap krisis dengan kecerdasannya yang brilian, pemirsa penasaran untuk melihat bagaimana Hwang Hee Tae akan mengatasi kesulitan ini dan apakah dia akan tetap aman.

Episode selanjutnya dari “Youth of May” tayang Senin 7 Juni 2021 pukul 21.30 KST atau 19.30 WIB! Jangan lupa nonton dua episode terakhir yang akan tayang malam ini dan besok ya!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sinergi Energi dan Teknologi Indonesia–Jepang Perkuat Ketahanan Nasional di Tengah Geopolitik Global

Oleh: Andika Ramadhan*Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menggerakkan diplomasi strategis melaluikunjungan resmi ke Jepang guna memperkuat kolaborasi energi dan teknologi sebagaifondasi masa depan Indonesia. Langkah ini tidak hanya dimaknai sebagai penguatanhubungan bilateral, tetapi juga sebagai respons adaptif terhadap dinamika geopolitik global yang semakin kompleks dan berdampak langsung pada stabilitas ekonomi serta ketahananenergi dunia.Dalam beberapa tahun terakhir, lanskap global menunjukkan kecenderungan meningkatnyafragmentasi ekonomi, disrupsi rantai pasok, serta volatilitas harga energi akibat konflikgeopolitik di berbagai kawasan. Dalam konteks tersebut, Indonesia memandang pentinguntuk memperluas kemitraan strategis dengan negara-negara maju yang memiliki kapasitasteknologi tinggi dan stabilitas ekonomi kuat, seperti Jepang.Kunjungan Presiden menghadirkan pertemuan penting dengan Kaisar Jepang, Naruhito, sertajajaran pemerintah Jepang, termasuk Perdana Menteri Sanae Takaichi. Pertemuan tingkattinggi ini menjadi simbol kuat dari kesinambungan hubungan kedua negara yang telahterjalin selama puluhan tahun, sekaligus menjadi momentum untuk memperluas cakupankerja sama yang lebih relevan dengan tantangan global saat ini.Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pertemuan tersebut merupakanlangkah konkret dalam memperkuat fondasi persahabatan kedua negara. Ia menyebutkanbahwa pembahasan mencakup sektor strategis seperti perdagangan, teknologi, pendidikan, kehutanan, dan lingkungan. Menurutnya, kolaborasi tersebut tidak hanya memperluaspeluang ekonomi, tetapi juga mempercepat transfer pengetahuan yang...
- Advertisement -

Baca berita yang ini