Kakak Pacar Lee Seung Gi Kena Nyinyir Netizen, Jual Lukisan yang Langgar Hak Cipta

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Aktris Lee Yu Bi menerima nyinyiran pedas dari netizen usai mengunggah foto lukisan bergambar dua karakter Pokemon yang dibuatnya. Netizen menyoroti lukisan yang akan dia jual untuk amal itu.

Kakak dari Lee Da In, pacar Lee Seung Gi, ini membagikan lukisan itu ke halaman Instagram pribadinya dengan keterangan, “Saya pribadi melukis gambar ini. Hasil yang diperoleh akan diberikan dalam sumbangan amal.”

Meskipun niatnya baik, Lee Yu Bi terseret masalah hak cipta. Pasalnya, ia melukis karakter Pokemon terkenal, menjualnya akan menjadi pelanggaran undang-undang pelanggaran hak cipta, bahkan jika itu untuk tujuan amal.

Menyusul laporan berita hak cipta, Lee Yu Bi mulai menerima reaksi keras dari netizen Korea yang banyak berkomentar tentang situasi tersebut. Banyak yang tak habis pikir mengapa Lee Yu Bi tidak tentang hal ini, padahal ini dianggap pengetahuan umum.

“Dia bahkan tidak pandai menggambar dan dia melanggar undang-undang hak cipta. Sangat lucu bahwa dia mencoba menjual lukisan mengerikan ini untuk amal. Dia mungkin penuh dan memiliki banyak hal,” kata seorang netizn di komunitas theqoo.

“Itu pengetahuan umum, bagaimana kamu tidak tahu itu,” tulis yang lainnya.

“Apa. Apakah itu sesuatu yang harus Anda pikirkan secara mendalam sebelum memahami atau orang benar-benar tidak mengerti? Bukankah itu pengetahuan umum? Saya tidak bisa mengerti bagaimana dia tidak memikirkannya.”

 

Pada tanggal Rabu 2 Juni 2021, agensi aktris Lee Yu Bi, Y Bloom Entertainment merilis pernyataan resmi sebagai tanggapan atas kritik seputar lukisan yang baru-baru ini diajukan aktris tersebut untuk lelang amal.

Berikut isi pernyataan dari agensi Lee Yu Bi:

Lee Yu Bi baru-baru ini dihubungi tentang berpartisipasi dalam LELANG UMUM yang akan datang, memperingati Bulan Keluarga Nasional, dan beresonansi dengan tujuan lelang untuk menyumbangkan semua hasil untuk membantu mereka yang membutuhkan; sebagai hasilnya, dia memilih untuk menyerahkan lukisan yang dia buat. waktu lalu.

Dia tidak menyadari bahwa menyalin karakter terkenal yang dia sukai akan meningkatkan masalah pelanggaran hak cipta. Kami ingin meminta maaf kepada semua orang yang merasa tidak nyaman karena masalah ini.

Kami akan berhati-hati agar situasi serupa tidak terjadi lagi.

Kami juga berencana untuk mengikuti panduan apa pun yang mungkin diberikan ‘Pokemon Korea’ terkait lelang amal segera.

Terima kasih.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Mendukung Instensifikasi Respons Dini Menekan Dampak PHK terhadap Masyarakat

*) Oleh : Prinsa AlisaDinamika perekonomian global yang masih diwarnai ketidakpastian memberikantantangan tersendiri bagi dunia usaha dan sektor ketenagakerjaan di Indonesia. Dalam situasi tersebut, pemerintah terus menunjukkan komitmennya untuk melindungimasyarakat melalui berbagai langkah strategis guna mengantisipasi dan meminimalkan dampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Upaya intensifikasirespons dini yang dilakukan pemerintah patut mendapatkan dukungan dari seluruhelemen masyarakat karena menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonominasional sekaligus melindungi kesejahteraan para pekerja dan keluarganya.Langkah respons dini yang diperkuat pemerintah menunjukkan adanya kesadaranbahwa potensi PHK harus diantisipasi sebelum berkembang menjadi permasalahansosial dan ekonomi yang lebih besar. Melalui pemantauan kondisi industri secaraberkelanjutan, penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, sertakomunikasi yang lebih intensif dengan pelaku usaha, pemerintah berupayamendeteksi berbagai potensi risiko sejak awal. Pendekatan ini menjadi penting karenapenanganan yang cepat dan tepat dapat mengurangi dampak yang dirasakan oleh pekerja maupun sektor usaha.Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Dirjen PHI dan Jamsos) Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (KemnakerRI), Indah Anggoro Putri menjelaskan pemerintah terus mendorong berbagaikebijakan yang bertujuan menjaga keberlangsungan dunia usaha agar tetap mampumempertahankan tenaga kerjanya. Berbagai insentif, kemudahan berusaha, hinggaupaya menjaga iklim investasi terus dilakukan untuk menciptakan ruang tumbuh bagisektor industri. Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokuspada penanganan dampak setelah PHK terjadi, tetapi juga berupaya mencegahterjadinya PHK melalui penguatan daya tahan ekonomi dan dunia usaha.Selain itu, pengembangan program peningkatan keterampilan dan pelatihan kerjamenjadi salah satu bentuk nyata respons pemerintah dalam menghadapi perubahankebutuhan pasar tenaga kerja. Transformasi ekonomi dan perkembangan teknologimenuntut tenaga kerja memiliki kompetensi yang semakin adaptif. Melalui berbagaiprogram pelatihan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemerintahberupaya memastikan bahwa pekerja Indonesia tetap memiliki daya saing dan peluang kerja yang luas di tengah perubahan ekonomi yang berlangsung cepat.Dukungan terhadap respons dini pemerintah juga penting karena dampak PHK tidakhanya dirasakan oleh individu yang kehilangan pekerjaan, tetapi juga memengaruhikondisi ekonomi keluarga dan masyarakat sekitar. Ketika lapangan kerja dapatdipertahankan dan risiko PHK dapat ditekan, daya beli masyarakat akan tetap terjaga. Stabilitas konsumsi rumah tangga pada akhirnya akan mendukung pertumbuhanekonomi nasional yang lebih kuat dan berkelanjutan. Oleh karena itu, keberhasilanlangkah pemerintah dalam melakukan mitigasi risiko ketenagakerjaan akanmemberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.Pakar demografi dan ketenagakerjaan terkemuka dari Universitas Gadjah Mada(UGM), Tadjuddin Noer Effendi menjelaskan di tingkat daerah, penguatan respons dinidapat membantu pemerintah daerah dan pelaku usaha mengambil langkah antisipatifyang lebih efektif. Informasi yang diperoleh lebih cepat memungkinkan berbagai pihakmenyiapkan solusi sebelum terjadi gejolak ketenagakerjaan yang lebih besar. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memastikan setiap kebijakan dapat berjalansecara optimal dan tepat sasaran.Dukungan terhadap langkah pemerintah juga perlu diwujudkan melalui partisipasi aktifberbagai pemangku kepentingan....
- Advertisement -

Baca berita yang ini