Kasus Kebakaran Kapal Muara Baru, Polisi Tetapkan 3 Tersangka

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Usai melakukan gelar perkara kasus kebakaran kapal di Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara, polisi akhirnya menetapkan tiga orang sebagai tersangka.

Hal ini disampaikan Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Reynold Hutagalung. Namun, ia tak memberi penjelasan lengkap siapa-siapa saja nama para tersangka tersebut.

“Nanti dirilis Pak Argo (Kabid Humas Polda Metro Jaya),” kata Reynold di Jakarta, Jumat 1 Maret 2019.

Seperti diketahui, Kebakaran di Pelabuhan Muara Baru terjadi pada Sabtu 23 Februari 2019 sore sekitar pukul 15.19 WIB. Api baru berhasil dijinakkan pada Minggu 24 Februari 2019 subuh pukul 05.14 WIB.

Kebakaran besar itu mengakibatkan 34 kapal ikan hangus dilahap si jago merah. Peristiwa ini kabarnya dimulai dari aktivitas pengelasan di kapal ikan Artamina Jata.

Akibat pengelasan itu, percikan api membesar dan terjadi kebakaran yang merembet ke kapal lainnya di sekitar dermaga. Sebelumnya polisi mengatakan telah melakukan pemeriksaan terhadap 7 orang dalam kasus ini.


Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini