Mantap! Empat Tahun Jokowi, Pemukiman Kumuh Berkurang 13 Ribu Hektare

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Pemerintah mengklaim kawasan pemukiman kumuh sampai hari ini telah berkurang sebanyak 13.090 hektare, yang berlangsung selama 4 tahun kepemimpinan Jokowi-JK.

Penurunan jumlah pemukikan kumuh itu selama ini diprogramkan melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan nama ‘Kotaku’ yang anggarannya sebesar Rp 2,8 triliun selama 4 tahun.

“Anggarannya ini cukup besar. Kotaku itu ada luasan, ada juga keluarga,” kata Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Danis H Sumadilaga di Jakarta, Jumat 1 Maret 2019.

Salah satu strategi pengurangan pemukiman kumuh yang dilakukan Kementerian PUPR adalah membangun jalan sepanjang 1.231.803 meter, drainase 1.241.291 meter/4.214 unit, perumahan 2.872 unit, jaringan air minum 176.238 meter/9.528 unit, dan jembatan 5.121 meter.

Menurut Danis, tujuan pembangunan tersebut untuk menyediakan infrastruktur pemukiman di kawasan kumuh. Salah satu contoh kawasan kumuh yang telah ditangani adalah di Sungai Musi Kemuning, Banjarmasin.

Pada 2019, rencananya sebanyak 10.530 hektare permukiman kumuh akan dirapikan dengan membangun fasilitas-fasilitas seperti jalan, jaringan air, minum, jembatan, hingga perumahan.

“2019 ini program KOtaku ada di 1.193 kelurahan atau desa,” ujar Danis.

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini