Kabar Baik, Semakin Banyak Vaksin Covid19 untuk Remaja

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Ada kabar baik untuk remaja karena kini semakin banyak vaksin Covid19 yang bisa diberikan kepada golongan usia 12-17 tahun.

Kabar itu disampaikan kandidat PhD pada Kobe University, dr Adam Prabata dan diterima Mata Indonesia News, Jumat 28 Mei 2021.

Sebelumnya hanya Pfizer yang vaksinnya mendapat izin diberikan kepada remaja usia 12 tahun ke atas.

“Baru-baru ini, penelitian dari vaksin Moderna menunjukkan kabar baik bahwa vaksin
Covid-19 dari Moderna efektif untuk diberikan pada remaja usia 12-17 tahun,” ujar Adam.

Hal itu sesuai dengan hasil uji klinis terhadap 3.732 remaja yang menurut rilis dari Moderna menghasilkan efikasi 100 persen mencegah Covid19 bergejala.

Sedangkan antibodi yang dihasilkan sama dengan orang dewasa setelah mendapat suntikan vaksin tersebut.

Food and Drug Agency (FDA) atau BPOM-nya Amerika Serikat sudah memberikan izin penggunaan darurat untuk Vaksin Moderna.

Jika vaksin Moderna dan Pfizer masuk Indonesia maka pembelajaran tatap muka bisa dilakukan karena pembelajaran jarak jauh sudah membuat anak-anak jenuh.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sidak Ramadan sebagai Instrumen Stabilitas Pasar

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Setiap memasuki bulan suci Ramadan dan menjelang Idulfitri, pemerintahmemastikan stabilitas harga dan ketersediaan pangan nasional tetap terjaga melaluilangkah pengawasan yang aktif dan terukur. Peningkatan aktivitas konsumsimasyarakat dipandang sebagai momentum positif yang mencerminkan perputaranekonomi yang dinamis. Dalam kerangka tersebut, inspeksi mendadak (sidak) menjadi instrumen strategis untuk memperkuat tata kelola pangan, memastikandistribusi berjalan lancar, serta menjaga keterjangkauan harga bahan pokok. Kehadiran langsung pemerintah di lapangan menegaskan komitmen kuat dalammelindungi kepentingan masyarakat, memperkuat transparansi rantai pasok, sertamembangun kepercayaan publik terhadap sistem pangan nasional yang tangguhdan responsif. Langkah tersebut terlihat nyata ketika Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Sarwo Edhy, turun langsung melakukan pemantauan di Pasar Jonggol, yang selama ini dikenal sebagai pasar penyangga bagi wilayah Bogor, Bekasi, hingga Jakarta. Kehadiran pejabat tinggi di titik distribusi akhir menunjukkan bahwapemerintah mengedepankan pengawasan berbasis kondisi riil lapangan. SarwoEdhy menegaskan bahwa selama Ramadan pemerintah tidak boleh lengah dan harus memastikan harga tetap terkendali serta distribusi berjalan lancar. Jika ditemukan ketidaksesuaian, langkah pembenahan akan segera dilakukan di lokasi. Hasil pemantauan memperlihatkan mayoritas komoditas pangan strategis beradadalam kondisi relatif stabil. Harga beras medium lokal berada di kisaran Rp13.000 per kilogram dan beras premium Rp14.500 per...
- Advertisement -

Baca berita yang ini