Menpora Ungkap Alasan Izin Liga 1 Belum Terbit

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Menpora Zainudin Amali mengungkapkan alasan belum terbitnya izin kompetisi Liga 1 dan Liga 2. Dia menyebut, saat ini Kapolri sedang ada tugas di Papua.

Dalam pertemuan antara Menpora, PSSI, dan PT LIB beberapa hari lalu, Asops Kapolri Irjen Imam Sugianto mengatakan, izin untuk Liga 1 dan Liga 2 paling telat terbit pada 27 Mei.

Tapi, kenyataannya izin belum juga terbit di tanggal 27 kemarin. Amali mengatakan, penerbitan izin memang tertunda dengan alasan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo sedang ada tugas di Papua.

“Saya sangat meyakini, Polri akan mengeluarkan izin itu. Tetapi sekarang ini, kondisi tidak memungkinkan. Sebab, Pak Kapolri masih di Papua. Pak Asops juga. Saya maklumi itu,” kata Amali.

“Liga 1 dan Liga 2 segera bergulir. Tinggal menunggu izin dari Polri. Kami sudah menggelar rapat koordinasi dengan PSSI, PT LIB, Polri, BNPB, dan Satgas COVID-19. Mudah-mudahan dalam waktu dekat izin sudah keluar,” ujarnya.

Menpora Amali yakin penundaan terbitnya izin Liga 1 dan Liga 2 murni karena kapolri sedang ada tugas di Papua mulai dari 26-27 Mei untuk mengecek kesiapan PON Papua dan kegiatan lainnya.

“Saya kira komitmen Polri sudah sangat jelas. Semua persyaratan baik dari kami, PSSI, BNPB, dan Satgas COVID-19 sudah menjadi bahan pertimbangan Polri. Saya kira dalam 1-2 hari ini, sesegera mungkin izin bisa turun dan tidak ada masalah lagi,” ungkapnya.

“Jadi sekali lagi, saya menjamin bahwa izin untuk kompetisi Insya Allah akan keluar. Tinggal menunggu dari Polri saja,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Relaunching AMANAH Hadirkan Program Inovatif, Dari Daur Ulang hingga Pelatihan Industri Kreatif

Oleh: Cintya Kusuma Hakim)*Relaunching AMANAH (Aneuk Muda Aceh Unggul-Hebat) yang dijadwalkan pada 23 April 2026 menjadi momentum penting dalam menghadirkan berbagai program inovatif berbasis kebutuhan generasi muda. Melalui rangkaian inisiatif seperti Future Leaders Bootcamp, pengembangan Galeri UMKM, hingga pameran produk daurulang di Ruang Inovasi, AMANAH tidak hanya fokus pada peningkatan kapasitaspemuda, tetapi juga mendorong lahirnya ekonomi kreatif yang berkelanjutan. Selainitu, pelatihan industri kreatif seperti teknik dasar menjahit turut memperkuat kesiapantalenta muda dalam memasuki dunia usaha, sekaligus menegaskan peran AMANAH sebagai motor penggerak transformasi ekonomi berbasis kreativitas di Aceh.Dalam konteks tersebut, berbagai program pengembangan pemuda yang telahberjalan sebelumnya perlu diperkuat, baik dari sisi kualitas pelatihan, jangkauanpeserta, maupun keberlanjutan dampaknya. Relauching AMANAH Aceh diharapkanmenjadi titik balik dalam merumuskan pendekatan yang lebih adaptif terhadaptantangan zaman.Salah satu inisiatif yang menonjol adalah penyelenggaraan Future Leaders Bootcamp yang bertujuan mencetak pemimpin muda di bidang bisnis. Program yang diikuti oleh 26 anak muda Aceh ini tidak hanya memberikan pelatihan teknis, tetapijuga membangun pola pikir kewirausahaan yang inovatif dan berorientasi global.Ketua Yayasan AMANAH, Dr Saifullah Muhammad menyampaikan pentingnyakehadiran AMANAH sebagai wadah pengembangan generasi muda Aceh. Bootcamp tersebut menekankan pentingnya membekali pemuda dengankemampuan kepemimpinan yang kontekstual. Saifullah menilai bahwa generasi muda Aceh memiliki potensi besar untuk menjadimotor penggerak ekonomi, asalkan diberikan akses dan pendampingan yang tepat.Lebih jauh, bootcamp ini juga menjadi ruang kolaborasi antara pemuda, mentor, danpelaku industri. Interaksi tersebut memungkinkan transfer pengetahuan yang lebihaplikatif dan relevan dengan kebutuhan pasar.Selain itu, pendekatan experiential learning yang digunakan dalam program inidiyakini efektif dalam membentuk karakter kepemimpinan. Peserta tidak hanyabelajar teori, tetapi juga langsung dihadapkan pada simulasi dan tantangan nyatadalam dunia bisnis.Di sisi lain, penguatan program pemuda juga dilakukan melalui kerja sama denganinstitusi pendidikan tinggi. AMANAH menjalin komunikasi dengan Universitas Islam Negeri Ar-Raniry untuk memperkuat pembinaan generasi muda.Dalam pertemuan tersebut, Rektor UIN Ar-Raniry, Mujiburrahman mengungkapkanbahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan untukmenciptakan ekosistem pembinaan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, dalam halini dibutuhkan sinergi antara lembaga pendidikan dan organisasi kepemudaan. Kerja sama ini juga membuka peluang pengembangan kurikulum berbasiskewirausahaan dan kepemimpinan. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya siapsecara akademik, tetapi juga memiliki kesiapan untuk berkontribusi secara nyata di masyarakat.Dalam konteks ekonomi, AMANAH juga menjalin kerja sama dengan Bank Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di kalangan generasimilenial. Langkah ini menjadi relevan mengingat sektor ekonomi kreatif memilikipotensi besar dalam menyerap tenaga kerja muda.Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Agus Chusaini, menjelaskanbahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam mengembangkan sektorekonomi berbasis kreativitas. Mereka melihat bahwa inovasi yang dihasilkan anakmuda dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.Program yang dijalankan tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi juga fasilitasiakses pembiayaan dan pemasaran. Hal ini penting agar...
- Advertisement -

Baca berita yang ini