Dior Rilis Koleksi Eksklusif Ramadan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Rumah mode mewah, Dior kembali menyuguhkan koleksi terbaru. Menjelang Bulan Ramadan, Dior meluncurkan capsule collection terbaru yang didedikasikan untuk Timur Tengah.

Dilansir dari laman The National News, sebagai bagian dari Dior Gold Capsule, direktur kreatif Maria Grazia Chiuri meninjau kembali salah satu kreasi dari rumah mode ini yang paling bertahan lama. Dari kreasi haute couture paling awal Christian Dior, seperti gaun Golconde yang terkenal dan siluet Pactole.

Juga pakaian yang dirancang oleh Marc Bohan selama masa jabatannya sebagai direktur artistik. Busana ini turut dikenakan oleh aktris Lauren Hutton dalam film All Fired Up pada 1982 silam yang berdetail emas. Emas telah menjadi ciri khas Dior sepanjang sejarahnya.

Untuk Dior Gold capsule, Chiuri meninjau kembali gaun dan rok dengan tulle, sutra, dan jaring warna-warni yang diselingi dengan sulaman yang cermat, serta T-shirt J’Adior 8, referensi nomor keberuntungan Monsieur Dior, dan jaket Palto yang memberi detail di pinggang. (Mutiara Putri Kinasih)

Berikut tampilan koleksi terbaru dari Dior :

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini