PSG Gagal Juara Ligue 1, Gelar Direbut Lille

Baca Juga

MATA INDONESIA, PARIS – Untuk pertama kalinya sejak musim 2016/17, PSG gagal menjadi juara Ligue 1. Gelar juara direbut Lille dengan keunggulan hanya satu poin saja.

Di laga pamungkas Ligue 1, Lille dan PSG sama-sama meraih kemenangan. Lille, yang memuncaki klasemen, menundukkan Angers dengan skor 2-1. Di laga lain, kemenangan 2-0 PSG atas Brest terasa sia-sia.

Dalam delapan musim terakhir, PSG mampu tujuh kali menjadi juara Ligue 1. Sementara itu, bagi Lille ini adalah gelar kedua mereka sejak menjadi juara di musim 2010/11. Saat itu, mereka masih diperkuat Eden Hazard dan Gervinho.

Meski gagal menjuarai Ligue 1, PSG tetap mampu meraih dua trofi, yakni Piala Liga dan Piala Prancis. Hanya saja, kegagalan menjadi juara Ligue 1 dan juga Liga Champions terasa menyakitkan.

Monaco akan mendampingi Lille dan PSG di Liga Champions musim depan. Sementara itu, Lyon, Rennes, dan Marseille lolos ke Liga Europa.

Meski gagal juara Ligue 1, Kylian Mbappe berharap bisa terus bersama PSG. Sebelumnya, dia santer diberitakan akan hengkang musim depan.

“Semua orang tahu apa yang membuat saya terikat dengan klub ini. Saya selalu berterima kasih pada presiden dan semua pelatih. Yang saya inginkan adalah menang. Saya merasa berada di tempat dimana saya bisa mewujudkan itu,” kata Mbappe, dikutip dari Marca, Senin 24 Mei 2021.

“Saya hidup untuk sepak bola. Saya pikir saya berada di klub dimana saya bisa menjuarai Liga Champions. Saya sedang negosiasi dengan klub, kita lihat saja nanti apa yang terjadi,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini