Catat, Vaksin Sinovac Mampu Hadapi Varian Mutasi India

Baca Juga

MATA INDONESIA, PALEMBANG – Vaksin Sinovac diprediksi mampu menghadapi varian baru hasil mutasi Virus SARS-Cov-2 dari India dengan kode B.1.617 yang kini sudah ditemukan di Indonesia.

Pernyataan itu berasal dari ahli biologi molekuler Universitas Sriwijaya Prf. Dr. dr. Yuwono, Sabtu 15 Mei 2021.

“Varian B.1.617 masih berasal dari mutasi S yang sama dengan varian B.1.1.7, sedangkan vaksin Sinovac terbuat dari virus utuh, jadi masih tercover,” ujar Yuwono.

Selain itu, meskipun Varian B.1.617 mampu menimbulkan mutasi ganda, namun hal itu tetap berada di bagian S sehingga masih bisa dihadapi Vaksin Sinovac.

Bagian S itu ada di permukaan virus dan paling aktif melekat pada tubuh manusia.

Kedua varian itu, baik B.1.617 maupun B.1.1.7 lebih cepat menular dari pada varian lama yang beredar lebih dahulu.

Maka, Direktur Utama Rumah Sakit Pupuk Sriwijaya Palembang tersebut meminta masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak dan rajin menyuci tangan dengan sabun.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini