Kalahkan ‘Shaun the Sheep’, ‘Soul’ Jadi Film Animasi Terbaik Oscar 2021

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Film animasi ‘Soul’ berhasil memboyong piala Oscar 2021. Film garapan Disney dan Pixar ini sukses membawa pulang penghargaan lewat kategori Best Animated Feature Film atau Film Animasi Terbaik.

Dalam pidatonya, sutradara Pete Docter mengatakan, ‘Soul’ merupakan sebuah animasi persembahan untuk musik jazz.

“Film ini dibuat sebagai surat cinta untuk Jazz, tapi kita tidak tahu seberapa besar Jazz akan mengajari kita tentang kehidupan,” kata Docter dalam pidatonya, Senin 26 April 2021.

Sementara itu, ‘Soul’ sukses menyisihkan beberapa nominasi animasi lainnya, mulai dari ‘Onward’, ‘Over the Moon’, ‘Wolfwalkers’ hingga ‘Shaun the Sheep Movie’.

Film ‘Soul’ berhasil masuk tiga nominasi di ajang penghargaan Oscar 2021, yakni Best Animated Feature Film, Best Original Score dan Best Sound.

’Soul’ menceritakan kehidupan seorang pria paruh baya bernama Joe Gardner (Jamie Foxx). Ia memiliki satu tujuan hidup sebagai pianis jazz untuk tampil di muka umum.

Joe selalu berusaha dengan melewati berbagai tahap. Salah satunya menjadi guru musik paruh waktu Sekolah Menengah Pertama.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Optimalisasi CKG dalam Meningkatkan Kesehatan Berkualitas bagi Lansia

Oleh: Ayu Swastika )*Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) semakin menunjukkan peranstrategisnya sebagai instrumen utama pemerintah dalam membangunkualitas kesehatan masyarakat, khususnya bagi kelompok lansia. Di tengah meningkatnya angka harapan hidup, kebutuhan akan layanankesehatan yang bersifat preventif menjadi semakin penting. Pemerintah secara konsisten mendorong penguatan deteksi dini sebagaipendekatan utama guna mengurangi beban penyakit kronis yang selamaini mendominasi penyebab kematian nasional.Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menegaskan bahwapemeriksaan kesehatan minimal satu kali dalam setahun merupakanlangkah mendasar yang perlu dilakukan seluruh masyarakat. Penekanantersebut didasarkan pada tingginya angka kematian akibat penyakit tidakmenular seperti stroke, jantung, dan gagal ginjal. Tingginya angka kematian akibat penyakit tidak menular ini menunjukkanbahwa masih banyak masyarakat yang belum memanfaatkan deteksi dinisecara optimal, padahal langkah tersebut dapat menjadi kunci dalammencegah perkembangan penyakit ke tahap yang lebih serius.*) Pengamat Kebijakan SosialData yang dihimpun menunjukkan bahwa stroke menjadi penyebabkematian tertinggi dengan kisaran ratusan ribu kasus setiap tahun, disusuloleh penyakit jantung, kanker, dan gangguan ginjal. Fakta inimemperlihatkan bahwa ancaman penyakit kronis masih sangat nyata, terutama bagi lansia yang memiliki kerentanan lebih tinggi. Dalam pandangan Menkes, penyakit-penyakit tersebut sebenarnyamemiliki periode laten selama beberapa tahun sebelum mencapai kondisifatal. Pada fase inilah intervensi melalui pemeriksaan rutin menjadi sangat krusial untuk menekan risiko kematian.Upaya pencegahan tersebut dapat dilakukan melalui pemantauanindikator kesehatan dasar seperti tekanan darah, gula darah, dan kadarkolesterol. Ketiga indikator ini menjadi parameter penting dalammengidentifikasi potensi penyakit sejak dini. Namun dalam praktiknya, banyak masyarakat yang mengabaikan kondisitersebut karena tidak merasakan gejala yang signifikan. Akibatnya,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini