Imbang Lawan Fiorentina, Pirlo Akui Juventus Melempem

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pelatih Juventus Andrea Pirlo mengakui skuatnya bermain buruk kala ditahan imbang 1-1 oleh Fiorentina di Stadion Artemio Franchi, Minggu 25 April 2021.

Dalam laga tersebut, Pirlo mengaku Juventus cukup tertekan dengan serangan bertubi-tubi Fiorentina, yang beberapa kali mengancam gawang.

Mental pemain Juventus kemudian mulai amblas, setelah Fiorentina mendapat penalti pada menit ke-28, akibat handball yang dilakukan Adrien Rabiot.

Dusan Vlahovic yang maju sebagai eksekutor sukses menaklukkan Wojciech Szczesny. Skor 1-0 untuk tuan rumah bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, Si Nyonya Tua mulai bermain lebih agresif dan mencetak satu gol melalui Alvaro Morata, yang baru masuk.

Namun, secara keseluruhan, Pirlo mengaku timnya tidak tampil maksimal, terutama di babak pertama.

Ia tak menampik, Juventus tidak layak menang dalam laga tersebut. Apalagi, tim dibayang-bayangi tuntutan perburuan tiket Liga Champions.

“Babak pertama buruk. Kami seharusnya memulai dengan cara berbeda, karena ini adalah pertandingan penting dalam perburuan tiket Liga Champions, tapi kami terlalu lambat, jarak kami semua salah, dan kami selalu terlambat mengejar bola,” kata Pirlo, seperti dikutip dari Sky Sport Italia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini