Fokus Membenahi Perekonomian Rakyat Menjadi Alasan Terselenggaranya Pilkada Serentak 2024

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Fokus untuk membenahi permasahan negara seperti mengantisipasi penyebaran pandemi Covid-19 dan membenahi perekonomian rakyat membuat beberapa pihak setuju jika pilkada serentak digelar pada tahun 2024. Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat, mengemukakan bahwa energi bangsa bisa dioptimalkan untuk mengatasi permasalahan tersebut.

“Pemerintah dan DPR RI tidak perlu membuang-buang energi yang berpotensi membuat ketegangan politik akibat seringnya perubahan UU Pemilu. Lebih baik fokus kita mengurus rakyat agar segera terbebas dari Covid-19. Pelaksanaan Pilkada yang penting untuk dievaluasi, bukan perubahan UU-nya,” kata Djarot.

Selain itu, Djarot juga menegaskan bahwa perubahan UU Pilkada tidak perlu dilakukan. Mengingat pelaksanaan pilkada serentak 2024 bertujuan untuk menjaga kesinambungan dan kesesuaian jadwal antara pileg, pilpres dan pilkada 2024.

Mantan politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaehan juga menilai bahwa penyelenggaraan pilkada serentak pada 2024 murni untuk tujuan efektivitas dalam berpolitik.

“Maka 2016 dibuatlah undang-undang untuk mengatur agar pilkada dan pemilu nasional dilakukan secara serentak tujuannya pertama untuk efisiensi hari-hari politik di negara kita,” kata Ferdinand kepada Mata Indonesia News, Jumat 23 April 2021.

Adapun, pelaksanaan Pilkada serentak 2024 sesuai dengan Undang-Undang (UU) 10/2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang 1/2014 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota menjadi Undang-Undang.

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini