Liga Super Eropa: FIGC Takkan Hukum Tiga Klub Italia

Baca Juga

MATA INDONESIA, ROMA – Asosiasi Sepak Bola Italia (FIGC) takkan memberikan hukuman pada Juventus, Inter Milan, dan AC Milan yang bergabung ke Liga Super Eropa.

Liga Super Eropa awalnya didirikan 12 klub. Nantinya, kompetisi itu akan diikuti 20 klub dimana tiga klub berikutnya masih dalam proses pencarian. Sedangkan lima klub lainnya bisa berganti-ganti tergantung prestasi tiap musim.

Dalam perjalanannya, Liga Super Eropa mendapat tentangan keras dari banyak pihak, termasuk fans ke-12 klub. Selain trio Italia itu, sembilan klub pendiri adalah, Liverpool, Manchester United, Manchester City, Arsenal, Tottenham Hotspur, Chelsea, Real Madrid, Barcelona, Atletico Madrid,

Pada akhirnya, sembilan klub menyatakan mundur, termasuk enam klub Inggris, AC Milan, Inter Milan, dan Atletico Madrid.

Presiden FIGC, Gabriele Gravina mengatakan, tidak akan memberikan hukuman pada Juventus, Inter Milan, dan AC Milan.

“Tidak, kami tidak bisa memberikan sanksi pada sebuah ide yang belum terealisasi. Saya tak berencana untuk melakukan pertemuan dengan petinggi dari ketiga klub itu,” ujar Gravina, dikutip dari Sky Sports, Kamis 22 April 2021.

“Kami akan mengadakan pertemuan federal pada Senin, dan tidak ada agenda untuk membahas soal sanksi. Kami mempertahankan batas-batas nilai dan aturan di dunia sepak bola dimana sepertinya semuanya telah kembali normal,” katanya.

“Tetapi ini adalah peringatan yang perlu membuat kami berpikir tentang fakta bahwa ada sesuatu yang tidak berfungsi, dan saya akan melakukannya sebagai seorang eksekutif yang mengambil semua tanggung jawab,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini