Viral! Kisah Ibu Hamil Pilih Dukun Beranak daripada Operasi Caesar di RS, Kepala Bayi Malah Tersangkut

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kisah ibu hamil yang nekat melahirkan di dukun beranak setelah menolak saran dokter untuk operasi caesar menjadi viral. Kondisi sang bayi pun mengkhawatirkan.

Kisah ini salah satunya dibagikan oleh akun Instagram @mak_inpoh pada Rabu 21 April 2021. Akun tersebut membagikan kolase foto dari cerita seorang petugas kesehatan.

Petugas kesehatan itu menceritakan bahwa pasien yang sedang hamil anak pertama datang ke klinik persalinan saat usia kehamilan 41 minggu. Saat diperiksa, janin dalam posisi sungsang atau letak kepalanya berada di bagian atas.

Sementara itu, si ibu saat itu mengatakan dirinya sudah merasakan kontraksi. Dokter pun memutuskan untuk merujuknya ke rumah sakit untuk melakukan operasi caesar, sepertinya tidak memungkinkan untuk melakukan persalinan normal.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan akhirnya dokter memutuskan pasien harus dirujuk ke rumah sakit untuk melahirkan secara caesar,” tulisnya dikutip dari postingan yang dibagikan akun Instagram @mak_inpoh.

Namun setelah diberi rujukan, bukannya segera ke rumah sakit, pasien tersebut malah nekat melahirkan di rumah dengan bantuan seorang dukun beranak. Tak disangka, keputusannya malah membahayakan dirinya dan sang bayi.

“Dan inilah yang terjadi. Kepala bayi tersangkut dan tidak bisa keluar. Rahim pecah akibat didorong dengan paksa untuk mengeluarkan kepala bayi oleh dukun beranak,” lanjut kisah tersebut.

Akhirnya, ibu tersebut tetap menjalani operasi untuk menyelamatkan dirinya dan bayinya. Ia berpesan agar kisah tersebut bisa dijadikan pelajaran.

Unggahan ini pun mendapat beragam reaksi dari netizen. Keputusan ibu tersebut pun mengundang keprihatinan dari netizen.

“Jangan ngeyel sama dokter, uang bisa dicari, kalau nyawa mau dicari kemana?,” komentar @surya****rillia.

“Mungkin dia pikir klo sc makan biaya banyak..makamya gk sanggup akhirnya ke dukun beranak??,” kata @a****_rumi.

“Haduh kurangnya edukasi jadi serem. Kasihan ibu dan anak ???,” tulis @eame****s.

“Ngeri bngt. Emangnya cesar serem bngt? Ga wey? sama sama sakit cuma ya ga bisa banyak gerak dulu kalo cesar. Kasian baby nya ?,” komentar @nui***95.

“Kita gk tau apa yg dipikiran si ibu hamil dan keluarganya, mungkin bisa aja mereka mikir biayanya gede jadi coba2 pake dukun aja dulu, padahal mereka gk tau bisa aja ada kejadian fatal yg akhirnya terjadi,” kata @iska****asyah.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini