Demi ‘Thor: Love and Thunder’, Christian Bale Plontos

Baca Juga

MATA INDONESIA, SYDNEY – Demi memerankan karakter Gorr the God Butcher di film ‘Thor: Love and Thunder’, Christian Bale mengubah penampilannya. Dia lebih kurus dan plontos.

Bale tertangkap kamera berada di sebuah pantai di Sydney, Australia. Jelas tampak perubahan drastis pada penampilannya. Rambutnya dicukur habis dan perawakannya lebih kurus.

Bale memang sudah tak asing lagi dengan perubahan tubuh demi kebutuhan sebuah film. Dia pernah menurunkan berat badan saat tampil di ‘Dark Knight’, ‘The Machinist’, ‘The Fighter’, ‘American Hustle’, dan ‘Vice’.

Kali ini, bukan hanya menurunkan berat badan, Bale mencukur habis rambutnya demi memerankan Gorr the God Butcher.

‘Thor: Love and Thunder’ masih diperankan Chris Hemwsworth sebagai Thor, Natalie Portman sebagai Jane Foster, Tessa Thompson sebagai Valkyrie, dan beberapa pemeran film ‘Guardian of Galaxy’.

Gorr the God Butcher pertama kali muncul di komik Thor: God of Thunder yang rilis pada Januari 2013. Dia memiliki kekuatan, kecepatan, dan ketahanan di atas rata-rata. Sepeti Thor, dia juga punya senjata sebuah pedang yang bisa berubah jadi sayap.

Gorr dianggap sebagai villain yang paling menakutkan di Marvel Cinematic Universe (MCU). Dia juga punya kekuatan super menciptakan pasukan sendiri demi mengalahkan para dewa.

‘Thor: Love and Thunder’ awalnya akan dirilis pada 5 November 2021. Tapi, jadwal tersebut diundur menjadi 6 Mei 2022 karena pandemi Covid-19.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dimethyl Ether dan Transformasi Ketahanan Energi Indonesia

Oleh : Ricky Rinaldi *)Ketahanan energi menjadi salah satu isu strategis yang menentukan arahpembangunan nasional di tengah dinamika global yang terus berubah. Ketergantungan terhadap energi impor, fluktuasi harga komoditas internasional, serta meningkatnya kebutuhan energi domestik menuntut Indonesia untukmelakukan transformasi kebijakan secara menyeluruh. Dalam konteks tersebut, pengembangan Dimethyl Ether (DME) menjadi salah satu langkah penting dalammemperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantunganterhadap impor LPG.DME dipandang sebagai alternatif energi yang memiliki potensi besar untukmendukung kebutuhan rumah tangga dan industri. Pemanfaatan sumber dayadomestik untuk produksi DME membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuatkemandirian energi. Dengan cadangan batu bara yang melimpah serta potensihilirisasi energi yang besar, pengembangan DME menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun sistem energi yang lebih berkelanjutan.Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa ketahanan energi harus dibangunmelalui pemanfaatan sumber daya nasional secara optimal. Indonesia tidak dapatterus bergantung pada impor energi yang rentan terhadap gejolak global. Oleh karena itu, transformasi sektor energi menjadi prioritas untuk memastikan kebutuhanmasyarakat dapat terpenuhi secara stabil dan berkelanjutan.Pengembangan DME juga menjadi bagian dari agenda hilirisasi industri nasional. Selama ini, sumber daya alam Indonesia banyak diekspor dalam bentuk bahanmentah tanpa memberikan nilai tambah maksimal di dalam negeri. Melalui hilirisasi, komoditas domestik dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi yang mendukungkebutuhan nasional sekaligus membuka peluang ekonomi baru.Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menekankan bahwatransformasi energi harus diarahkan pada penguatan kemandirian nasional. Pengembangan DME tidak hanya bertujuan mengurangi impor LPG, tetapi juga memperkuat industri dalam negeri dan menciptakan lapangan kerja baru. Denganpendekatan yang terintegrasi, sektor energi dapat menjadi motor pertumbuhanekonomi nasional.Salah satu keuntungan utama pengembangan DME adalah potensi penghematandevisa negara. Selama ini, impor LPG menjadi salah satu komponen besar dalampengeluaran energi nasional. Dengan memanfaatkan DME sebagai substitusi, ketergantungan terhadap impor dapat dikurangi secara bertahap. Langkah inimemberikan ruang fiskal yang lebih besar bagi pemerintah untuk mendukung sektorstrategis lainnya.Selain aspek ekonomi, pengembangan DME juga memiliki dampak strategisterhadap stabilitas pasokan energi. Ketika dunia menghadapi ketidakpastiangeopolitik dan fluktuasi harga energi, negara yang memiliki sumber energi domestikyang kuat akan lebih siap menghadapi tekanan global. Dengan memperkuatproduksi energi dalam negeri,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini