GAPKI Berkomitmen Mendukung Replanting Sawit Rakyat

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTAKetua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Sumatera Selatan (Sumsel), Alex Sugiarto mengatakan, perkebunan sawit mandiri memegang peranan penting terhadap industri kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO).

Sebagai catatan, perkebunan kelapa sawit rakyat di wilayah Sumsel saat ini mencapai 40 persen dari total luas kebun 1,3 juta hektar. Untuk itu, program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) harus diperluas sehingga memberi hasil maksimal di masa mendatang.

“Berdasarkan data kami, dari luas kebun sekitar 1,3 juta hektar terdapat 40 persen yang merupakan kebun plasma dan swadaya yang dikelola oleh petani mandiri, yang tentunya perlu diremajakan,” ucap Alex Sugiarto, Rabu, 14 April 2021.

Alex menyatakan bahwa produksi kelapa sawit di Provinsi Sumatera Selatan berkisar di antara 2,5 ton hingga 3 ton per hektar per tahun. Menurutnya, produksi kelapa sawit di Sumsel berpotensi mencapai angka 6 ton hingga 8 ton.

GAPKI pun berjanji akan terus mendukung program PSR yang telah dikembangkan sejak 2017. Saat ini tercatat 77 unit Peremajaan Sawit Rakyat yang terdapat di wilayah Batang Hari Sembilan tersebut.

“Seiring dengan bertambahnya produktivitas tentu akan ada penambahan unit maupun kapasitas PKS,” sambungnya.

Berdasarkan data dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Sawit (BPDPKS), area kebun sawit yang telah diremajakan atau replanting melalui program PSR seluas 94,033 hektar. Sebanyak 19 persen di antaranya berada di Sumsel.

Direktur Utama BPDPKS, Eddy Abdurrahman mengungkapkan, terdapat total 87,906 pekebun yang mengikuti program replanting. Menurutnya, PSR memiliki tujuan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas tandan buah segar (TBS) pekebun.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini