AHY Terima Pesan Khusus dari Jokowi untuk SBY

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Dalam silahturahmi putera SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Edhie Baskoro Yudhoyono ke acara halal bi halal Presiden Joko Widodo, Ketua Kogasma Partai Demokrat itu dititipi sebuah pesan penting dari sang presiden untuk disampaikan kepada ayahnya.

Diungkapkan AHY, Jokowi berpesan agar SBY tetap tegar setelah ditinggal sang istri, Ani Yudhoyono, dan mendoakan agar Presiden ke-6 RI itu tetap selalu diberi kesehatan.

“Ayahanda kami tercinta sangat kehilangan, tantu ada kehampaan setelah 46 tahun bersama,” ujar AHY dalam acara halal bi halal di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu 5 Juni 2019.

Selain itu, Jokowi juga berpesan agar AHY dan Ibas serta seluruh keluarganya tetap tanpa putus memberi dukungan untuk SBY. Meskipun AHY mengakui, ayahnya sudah mulai tampak ikhlas menerima kepergian sang istri tercinta.

Dalam pertemuan itu, AHY ditemani Ibas dan istri mereka, Annisa Pohan serta Siti Ruby Aliya Rajasa. Sementara itu, Jokowi didampingi Iriana dan putra bungsunya Kaesang Pangarep.

Menurut AHY, silaturahmi seperti ini harus terus dijaga dan dipelihara. Dia berharap dengan semakin menjaga silaturahmi maka akan banyak mendapat kebaikan.

“Ini adalah silaturahmi yang harus dijaga. Mudah-mudahan semakin banyak kebaikan untuk kita semuanya,” kata AHY.

Berita Terbaru

Menjaga Aspirasi Tetap Murni di Tengah Agenda Pemulihan Ekonomi

Oleh: Dhita Karuniawati )*Demokrasi memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik, masukan, dan aspirasi kepada pemerintah. Kebebasan berpendapat menjadi salah satu fondasipenting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara karena memungkinkan lahirnyakebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan publik. Namun, di tengah upayamemperkuat pemulihan ekonomi nasional, penyampaian aspirasi perlu tetap dijagaagar tidak kehilangan substansinya akibat tindakan yang justru merugikan masyarakatluas.Demonstrasi merupakan instrumen demokrasi yang sah dan telah menjadi bagian dariperjalanan sejarah Indonesia. Berbagai perubahan kebijakan lahir dari dialog yang diawali oleh kritik masyarakat. Oleh karena itu, penyampaian aspirasi yang dilakukansecara damai dan bertanggung jawab bukan hanya menjadi hak warga negara, tetapijuga bentuk partisipasi aktif dalam pembangunan nasional.Di era digital, dinamika penyampaian aspirasi tidak lagi hanya terjadi di ruang publik, tetapi juga di media sosial. Informasi dapat menyebar dalam hitungan detik dan memengaruhi persepsi masyarakat secara luas. Kondisi ini membuka peluang bagimunculnya disinformasi, provokasi, maupun narasi yang dapat memperkeruh situasiapabila tidak disikapi secara bijaksana. Karena itu, kedewasaan dalam bermedia sosialmenjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menjaga kualitas demokrasi.Dalam konteks tersebut, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengajakmahasiswa untuk menjaga ketertiban dalam menyampaikan aspirasi sertameningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran hoaks dan berbagai bentukprovokasi di ruang digital yang berpotensi memicu eskalasi situasi. Imbauan tersebutjuga menekankan pentingnya penggunaan media sosial secara bertanggung jawabagar ruang digital tidak menjadi sarana penyebaran informasi yang menyesatkan dan dapat mengganggu stabilitas sosial. Pesan tersebut menjadi relevan mengingat ruang digital kini memiliki pengaruh besarterhadap dinamika di lapangan. Narasi yang dibangun melalui media sosial mampumenggerakkan opini publik, bahkan memicu tindakan spontan yang belum tentudidasarkan pada informasi yang utuh. Oleh sebab itu, literasi digital menjadi kebutuhanmendesak agar masyarakat dapat memilah informasi secara kritis sebelummenyebarkannya.Di sisi lain, organisasi kemahasiswaan juga menunjukkan komitmen terhadappenyampaian aspirasi yang bermartabat. Ketua Umum Pimpinan Pusat KesatuanMahasiswa Hindu Dharma Indonesia...
- Advertisement -

Baca berita yang ini