Kerja Tim BTS Dapat Pujian dari Ben Winston: Benar-benar Brilian!

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – BTS tak berhasil mendapatkan penghargaan di GRAMMY Awards 2021. Meski begitu, penampilan BTS mendapat pujian dari showrunner acara Grammy yang begitu kagum melihat kecekatan RM cs dan timnya.

Yups, BTS memang tidak pernah mengecewakan Kita. Bahkan, showrunner GRAMMY, Ben Winston mengungkapkan yang paling mengesankan adalah cara Big Hit Entertainment membuat ulang seluruh tempat GRAMMY Awards di Korea Selatan dalam waktu singkat juga.

Dalam sebuah wawancara dengan Rolling Stone, Winston menjelaskan bahwa Recording Academy awalnya merencanakan agar semua artis yang tampil terbang ke Los Angeles, California untuk merekam penampilan mereka. Namun, mengingat situasi pandemi saat ini, BTS dan dua artis lainnya tidak dapat hadir.

“Ini terutama berkaitan dengan kesehatan dan keselamatan, dan masalah imigrasi,” kata Ben Winston.

Tentu saja, ini bukan pertama kalinya BTS merekam pertunjukan dari jarak jauh. Mereka telah menjadi bagian dari beberapa produksi AS namun proses perekaman tetap dilakukan di Korea Selatan sejak pandemi dimulai, termasuk penampilan di The Late Late Show bersama James Corden.

Winston yang terlibat dalam penampilan BTS di acara itu merasa kagum saat menerima video penampilan mereka. Ia mengatakan, “Mereka tidak memberi tahu kami apa pun tentang pertunjukan itu. Mereka baru saja mengirimkan video… Mereka mengirim video ini, dan saya tidak akan pernah lupa membukanya.”

Penampilan BTS membawakan lagu “Dynamite” yang muncul di akhir begitu memukau para showrunner GRAMMY. Grup tersebut tampil dengan replika yang identik dari set asli untuk The Late Late Show.
Menurut Winston, mereka melakukan segalanya dengan benar, mulai dari kursi hingga papan nama hingga mug di atas meja. “Itu adalah usaha yang sangat besar, dan semuanya sangat tepat… Mereka benar-benar akan mempelajarinya,” ungkapnya.

Saat mengingat rekreasi ini, Ben Winston mendapatkan ide untuk BTS dan Big Hit Entertainment untuk membuat ulang set GRAMMY juga. Namun, hanya tinggal tiga minggu lagi sampai ajang penghargaan itu digelar.

“Ketika saya berbicara dengan manajemen BTS, saya berkata, ‘Lihat, Anda melakukan hal yang luar biasa itu untuk The Late Late Show. Karena Anda tidak bisa berada di sini, apakah menurut Anda Anda bisa melakukan itu?,” kata dia.

Sementara sebagian besar akan menolak gagasan untuk membuat ulang set yang mahal dan rumit dalam waktu sesingkat itu, Big Hit Entertainment setuju dan penampilan GRAMMY BTS lahir.

Beberapa orang mungkin mengatakan kinerja mereka di atap gedung pencakar langit yang sebenarnya bahkan lebih mengesankan. Pada akhirnya, showrunner mendeskripsikan kinerja BTS sebagai “luar biasa”, “benar-benar brilian”, dan layak untuk melanggar mandat aslinya di Los Angeles.

“Penampilan mereka luar biasa. Itu tidak dipotong. Itu bukanlah video musik. Itu adalah pertunjukan live. Itu adalah vokal live,” ucap Ben Winston.

Beberapa ARMY mengatakan bahwa GRAMMY yang meminta BTS untuk membuat ulang seluruh panggung membuatnya semakin menjengkelkan karena mereka tidak menerima penghargaan, terutama mengingat bagaimana Big Hit Entertainment kemungkinan besar merencanakan panggung lebih dari tiga minggu sebelumnya. Yang lain mengatakan, bahwa ini merupakan bukti nyata betapa berkomitmen dan pekerja keras tim BTS.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini