Waspada, Ada Tujuan Global Kelompok Teroris Transnasional

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Tujuan global dari kelompok teroris transnasional dari luar negara Indonesia yakni Al-Qaeda dan ISIS yaitu untuk membentuk sebuah negara dengan sistem khilafah. Dalam merealisasikannya, kelompok teroris ini terus bermanuver untuk menyebarluaskan pengaruhnya di seluruh dunia. Pengamat intelijen dan terorisme Stanislaus Riyanta menilai bahwa fenoman terorisme global ini sudah masuk ke Indonesia.

“Sebagian besar aksi teror di Indonesia dipengaruhi kelompok trans nasional. Saat ini tercatat ada dua kelompok transnasional yang berpengaruh di Indonesia, yaitu Al-Qaeda dan ISIS. Hal ini terjadi karena memang kelompok tersebut mempunyai tujuan secara global,” kata Stanislaus Riyanta kepada Mata Indonesia News, Senin 15 Maret 2021.

Pada dasarnya, dua organisasi teroris ini memiliki tujuan yang sama yaitu menegakkan Islam dan melindungi kaum muslimin dengan ideologi jihad. Hal ini dikemukakan oleh Mantan Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) As’ad Said Ali.

“ISIS dan Al Qaeda berbeda dalam nama dan gaya tetai bersatu dalam misi dan tujuannya,” kata As’ad.

Di tengah situasi pandemi Covid-19 saat ini, kedua organisasi teroris ini terus bermanuver untuk menyebarkan pengaruhnya. Lembaga riset International Crisis Group (ICG) menilai bahwa situasi ini bisa memperlemah jejaring keamanan global. Bahkan skap pasif dari koalisi negara-negara barat bisa membuka celah keamanan yang bisa dimanfaatkan oleh kelompok teror.

Sementara di Indonesia, organisasi yang terafiliasi dengan dua kelompok teroris berbahaya itu juga terus menebar ancaman. Dua organisasinya yaitu Jamaah Islamiyah yang berafiliasi dengan Al-Qaeda dan Jamaah Ansharut Daulah yang berafiliasi dengan ISIS.

Maka ancaman permanen Al-Qaeda dan ISIS serta beberapa kelompok lainnya yang terkait tidak bisa dipandang sebelah mata. Perencanaan jangka menengah hingga panjang bisa menarik para kombatan untuk terlibat.

 

 

 

 

 

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini